Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Gebrakan Kemenag dan Bappenas, Kawal Penuh Uang Zakat, Infaq dan Sedekah Lewat Satu Data Nasional

Zakat & Wakaf 06 Agt 2026 2 menit baca 23
Gebrakan Kemenag dan Bappenas, Kawal Penuh Uang Zakat, Infaq dan Sedekah Lewat Satu Data Nasional
Foto utama: Gebrakan Kemenag dan Bappenas, Kawal Penuh Uang Zakat, Infaq dan Sedekah Lewat Satu Data Nasional
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) – Penyaluran zakat, infak, dan sedekah di Indonesia kini memasuki babak baru. Tidak ada lagi cerita bantuan tumpang tindih, salah sasaran, atau sekadar tebak-tebakan. Kementerian Agama berduet dengan Kementerian PPN/Bappenas resmi merilis payung Satu Data ZIS-DSKL (Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya), Kamis (6/8/2026) siang.

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan, dana umat bukan sebatas rutinitas ibadah biasa. Ini adalah senjata strategis yang berdiri sejajar dengan program pemerintah buat menyapu bersih angka kemiskinan ekstrem. Potensi uang zakat di Tanah Air sangat jumbo, menembus angka triliunan rupiah namun belum tergarap sepenuhnya.

Agar publik makin percaya untuk menyalurkan hartanya, kuncinya cuma satu: keterbukaan. Data siapa yang memberi (muzaki) dan menerima (mustahik) wajib akurat serta masuk dalam radar Satu Data Indonesia lewat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan langkah ini, intervensi sosial ke depan dipastikan jauh lebih presisi.

Sejalan dengan Bappenas, Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar memastikan tata kelola ZIS-DSKL berubah wujud. Dari yang dulunya sekadar urusan kertas administrasi, kini 100 persen bersandar pada data valid yang terpusat rapi di dalam satu layar pantau (dashboard).

Pesan Menag sangat jelas bagi seluruh jajaran BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di lapangan. Penyaluran dana umat dilarang keras bersifat coba-coba tanpa arah yang pasti. Semua pihak wajib berpedoman pada kompas data tunggal ini agar bantuan mendarat langsung ke kantong masyarakat berpenghasilan paling bawah, alias kelompok desil 1 hingga 3/4.

Tujuan akhirnya bukan sekadar rutinitas membagi bantuan, melainkan mengubah nasib. Keberhasilan penyaluran ini diukur langsung dari seberapa banyak warga yang hari ini menerima zakat, perlahan terberdayakan dan berbalik posisi menjadi pahlawan pemberi zakat di masa depan.

Gebrakan pusat ini langsung mendapat pengawalan penuh dari daerah. Dari balik ruang Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PZW) Kantor Kemenag Barito Selatan di Buntok, Penyelenggara Zakat dan Wakaf H. Muhammad Sibawaihi bersama Penata Layanan Operasional H. Hapiji ikut menyimak arah baru ini secara virtual.

Mulai pukul 13.00 WIB hingga tuntas, keduanya memantau penuh peluncuran tersebut untuk bersiap menyelaraskan langkah di daerah. Sinergi ini memastikan potensi ekonomi umat di tingkat kabupaten bisa dikelola dengan jernih, akuntabel, dan benar-benar mengangkat kesejahteraan warga yang membutuhkan.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
06 Agt 2026
Kategori
Zakat & Wakaf
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.