Buntok (Humas) Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Selatan ikut dalam Advokasi Pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang digelar DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah di Buntok, Kamis (2/7/2026). Keterlibatan penyuluh agama diarahkan untuk memperkuat layanan edukasi dan pendampingan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor.
Penyuluh Agama Hindu, Miyah, menyebut keluarga yang kuat tidak cukup dibangun dari aspek ekonomi, tetapi juga harus ditopang nilai agama dan karakter.
"Kalau keluarga memiliki komunikasi yang baik dan nilai-nilai agama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ketahanan keluarga akan lebih kuat menghadapi berbagai persoalan," kata Miyah.
Ia mengatakan penyuluh agama siap menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tujuan pembentukan PUSPAGA dapat dirasakan langsung oleh keluarga.
"Kami hadir bukan hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga mendampingi masyarakat agar mampu membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas," ujarnya.
Penyuluh Agama Kristen, Delita Wati Manullang, menilai PUSPAGA membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
"Keluarga adalah fondasi masyarakat. Ketika keluarga kuat, dampaknya akan terlihat pada kehidupan sosial yang lebih sehat dan harmonis," ujar Delita.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan penyuluh agama perlu terus diperkuat agar pendampingan keluarga menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Kami siap bekerja bersama semua pihak agar masyarakat memperoleh pendampingan yang utuh, baik melalui pendekatan sosial maupun nilai-nilai keagamaan," katanya.
Kehadiran Kemenag Barito Selatan dalam advokasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah memperkuat ketahanan keluarga. Kolaborasi itu juga sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama melalui penguatan layanan kepada masyarakat serta pembangunan keluarga yang rukun, harmonis, dan sejahtera.