Buntok (Humas) – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu jarak pandang. Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi alasan pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan (Kemenag Barsel) diminta lebih waspada terhadap paparan asap.
Pesan itu disampaikan Pengawas Pendidikan Kemenag Barsel, Nurdin, saat menjadi pembina Apel Pagi di halaman Kantor Kemenag Barsel, Senin (24/8/2026).
Nurdin meminta pegawai melindungi diri dengan menggunakan masker, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
“Karhutla ini perlu kita waspadai karena sudah terjadi lonjakan ISPA. Gunakan masker dan hindari keluar rumah kalau tidak ada kepentingan yang penting,” kata Nurdin.
Menurutnya, menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang. Aktivitas di luar ruangan, kata dia, sebaiknya dikurangi apabila tidak benar-benar diperlukan.
Selain menjaga kesehatan, Nurdin mengajak jajaran Kemenag Barsel untuk tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dinilai penting agar keberadaan kantor pemerintah tetap dekat dengan masyarakat yang dilayani.
“Kita juga harus menjaga kolaborasi dengan masyarakat. Jangan sampai kita bekerja hanya di lingkungan kantor, tetapi hubungan dengan masyarakat kurang terjaga,” ujarnya.
Di lingkungan kerja, Nurdin juga mengingatkan pegawai untuk membangun kebiasaan saling membantu. Rekan kerja, kata dia, tidak seharusnya dipandang sebagai pesaing yang perlu dijatuhkan.
“Mari saling menolong sebagai sesama rekan kerja. Kalau ada yang kesulitan, kita bantu. Dengan begitu pekerjaan bisa berjalan lebih baik dan produktivitas kita juga meningkat,” katanya.
Ia menilai suasana kerja yang sehat tidak hanya dibentuk oleh aturan, tetapi juga oleh sikap setiap pegawai dalam memperlakukan rekan kerjanya. Saling membantu membuat pekerjaan lebih ringan dan persoalan dapat diselesaikan bersama.
Apel Pagi tersebut diikuti jajaran pegawai Kemenag Barsel. Selain menjadi sarana penyampaian informasi, apel dimanfaatkan untuk mengingatkan pegawai mengenai kesehatan di tengah kabut asap serta pentingnya menjaga hubungan dengan masyarakat dan sesama rekan kerja.
Nurdin berharap pesan tersebut tidak berhenti pada apel, tetapi diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik saat memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun ketika bekerja bersama di lingkungan Kemenag Barsel.