Buntok (Humas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan melalui Seks Bimas Kristen terus membekali calon pengantin melalui bimbingan perkawinan (Bimwin). Lewat program ini, calon pasangan didorong siap membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan iman.
Penyuluh Agama Kristen Kemenag Barito Selatan, Delita Wati Manullang, menegaskan pernikahan bukan sekadar prosesi pemberkatan, melainkan komitmen seumur hidup yang menuntut kesiapan rohani, emosional, serta tanggung jawab.
"Pernikahan bukan hanya acara pemberkatan, tetapi perjanjian hidup yang harus dijalani dengan kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab," kata Delita, di GKE Sipumpun Sinta, Desa Jutuh, Rabu (9/7/2026).
Menurutnya, pemahaman sejak awal tentang komunikasi, komitmen, dan peran suami-istri menjadi bekal utama untuk menghadapi dinamika rumah tangga. Dengan fondasi itu, peluang membangun keluarga yang rukun dan bertahan menghadapi berbagai persoalan akan semakin besar.
Sementara itu, Penata Layanan Operasional Bimas Kristen Kemenag Barito Selatan, Yetriani, mengatakan Bimwin dirancang untuk mempersiapkan calon pengantin secara menyeluruh, mulai dari aspek mental, rohani, hingga kesehatan fisik.
"Bimbingan perkawinan ini penting karena pasangan harus dipersiapkan secara utuh, baik kesehatan fisik maupun mental," ujarnya.
Ia juga menekankan peran keluarga dan gereja tidak kalah penting dalam mendampingi pasangan memasuki kehidupan baru.
"Dukungan orang tua dan gereja sangat dibutuhkan agar rumah tangga yang kuat lahir dari persiapan yang serius," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Barito Selatan ingin memastikan setiap pasangan tidak hanya siap menikah, tetapi juga siap menjalani kehidupan berkeluarga dengan bekal pengetahuan, iman, dan tanggung jawab.
"Target kami jelas: pasangan lebih siap, keluarga lebih tangguh, dan rumah tangga yang dibangun diberkati Tuhan," pungkas Yetriani.