Buntok (Humas) – Membangun keluarga yang kokoh tidak dimulai saat pesta pernikahan, tetapi sejak pasangan mempersiapkan diri memasuki kehidupan rumah tangga. Pesan itu menjadi inti Bimbingan Calon Pengantin (Catin) yang digelar Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan di Kantor Kemenag Barito Selatan, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen ini merupakan implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya Program Penguatan Ekoteologi serta Penguatan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan melalui pembentukan keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Penyuluh Agama Kristen, Yemima Pisi, mengajak pengantin memahami makna kasih dan peran suami istri sebagaimana diajarkan dalam Efesus calon 5:25 dan 33 serta 1 Korintus 13:4-7.
Menurutnya, kasih dalam keluarga bukan sekadar perasaan, namun komitmen yang diwujudkan dalam sikap saling menghargai dan melayani.
“Suami dicintai mencintai istri sebagaimana Kristus mencintai jemaat, sementara istri menghormati suaminya. Kasih yang sejati juga sabar, murah hati, tidak mementingkan diri sendiri, dan tidak pernah berkesudahan,” ujar Yemima.
Ia mengatakan, pemahaman terhadap firman Tuhan menjadi bekal penting agar pasangan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berumah tangga tanpa kehilangan kasih dan rasa saling menghormati.
“Rumah tangga yang dibangun di atas kasih akan lebih siap menghadapi setiap persoalan dengan hati yang tetap mengutamakan kebersamaan,” ujarnya.
Selain itu, Yemima juga mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan dan tanggung jawab dalam kehidupan pernikahan.
Materi tersebut mengacu pada Maleakhi 2:15-16 yang mengajarkan setiap pasangan untuk memegang teguh komitmen terhadap kehidupan pasangan.
“Firman Tuhan mengingatkan agar setiap orang menjaga dirinya dan tidak berkhianat kepada pasangan. Kesetiaan menjadi fondasi yang menjaga keutuhan keluarga,” ucapnya.
Para calon pengantin mengikuti bimbingan dengan antusias dan berharap materi yang diterima menjadi bekal sebelum memasuki kehidupan sebagai suami istri.
“Kami berharap melalui bimbingan ini memiliki kesiapan spiritual, emosional, dan sosial untuk membangun keluarga yang harmonis, saling mencintai, setia, serta menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkap salah satu calon pengantin.
Melalui bimbingan ini, Seksi Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan terus memperkuat pelatihan keluarga sejak sebelum pernikahan agar lahir keluarga-keluarga yang sehat, rukun, dan mampu menjadi bagian dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai sesuai semangat Asta Protas Kementerian Agama.