Buntok (Humas) – Penyuluh Kristen KanKemenag Barsel, kembali melaksanakan pembinaan bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok, Rabu (15/07/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat pembinaan keagamaan serta menumbuhkan nilai-nilai cinta kemanusiaan bagi warga binaan.
Penyuluhan mengangkat tema "Harapan" dengan judul "Tuhan Pemberi Harapan", yang didasarkan pada firman Tuhan dalam Ibrani 13:5 dan Mazmur 34:19.
Materi disampaikan oleh Eko Wahyudi, yang mengajak seluruh peserta untuk tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan hidup.
Dalam penyampaiannya, Eko Wahyudi, menjelaskan bahwa harapan merupakan keyakinan akan terjadinya sesuatu yang baik di masa depan. Namun, harapan sejati hanya akan kokoh apabila diletakkan kepada Tuhan sebagai sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan.
Mengacu pada Ibrani 13 : 5, Ia menegaskan bahwa Allah telah berjanji tidak akan pernah meninggalkan ataupun membiarkan umat-Nya. Janji tersebut menjadi kekuatan bagi setiap orang untuk tetap bertahan menghadapi berbagai pergumulan hidup.
Selain itu, melalui Mazmur 34 : 19, disampaikan bahwa Tuhan dekat dengan orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan mereka yang remuk jiwanya.
Pesan tersebut diharapkan mampu memberikan penghiburan, kekuatan, serta membangkitkan semangat baru bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan dengan penuh iman dan pengharapan.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pujian yang dipimpin oleh Yemima Pisi, dilanjutkan penyampaian firman Tuhan oleh Eko Wahyudi, dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Delita Wati Manullang.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Penyuluh Kristen berharap warga binaan semakin memiliki pengharapan yang teguh kepada Tuhan, mampu memaknai setiap proses kehidupan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, serta termotivasi menjalani hari-hari ke depan dengan iman, pengharapan, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kegiatan pembinaan keagamaan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan humanis kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan, sehingga nilai-nilai spiritual dapat menjadi bekal penting dalam proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih bermakna.