Buntok (Humas) Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama terus mempercepat penyebaran syiar Islam berwawasan lingkungan. Kamis (30/7/2026), tim PZW melakukan koordinasi strategis dengan Ketua Pengurus Masjid Jami Al-Mukarramah di Kelurahan Hilir Sper untuk memanfaatkan layar digital masjid sebagai media dakwah ekoteologi.
Langkah ini langsung mengarah pada kebutuhan konkret: memperluas jangkauan edukasi keagamaan yang relevan dengan isu lingkungan, sekaligus memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia di ruang ibadah.
“Permohonan kami langsung disambut dengan baik oleh pihak pengurus masjid,” kata Staf PZW, Dodiansyah.
Koordinasi yang berlangsung di area Masjid Jami Al-Mukarramah itu bertujuan memohon izin sekaligus meminta persetujuan pengelolaan konten pada display monitor milik masjid. Hasilnya cepat. Inisiatif dakwah digital ini langsung mendapat lampu hijau dari pengurus.
“Proses koordinasi berjalan dengan sangat lancar dan penuh keakraban,” ujar Dodiansyah.
Dukungan datang dari Ketua Pengurus Masjid Jami Al-Mukarramah, H. Syuriansah Imur. Mantan Pejabat Struktural Kemenag Barito Selatan itu menilai penggunaan teknologi untuk edukasi umat sudah tak bisa ditunda, apalagi saat pesan keagamaan perlu hadir dalam format yang lebih mudah diakses jamaah.
“Pemanfaatan teknologi untuk edukasi umat adalah sebuah keharusan di era modern,” demikian pandangan yang disampaikan H. Syuriansah Imur dalam pertemuan itu.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf, H. Muhammad Sibawaihi, mengatakan pemanfaatan layar monitor masjid merupakan bagian dari perluasan media dakwah agar tidak berhenti pada pola konvensional. Menurutnya, isu pelestarian alam harus terus masuk ke ruang kesadaran publik, termasuk melalui masjid.
“Dakwah ekoteologi harus terus dilanjutkan. Semoga dengan perluasan jangkauan dakwah melalui layar monitor masjid ini, dapat menambahkan kesadaran masyarakat secara masif dalam melestarikan alam,” tutur H. Muhammad Sibawaihi.
Dengan persetujuan ini, layar digital di Masjid Jami Al-Mukarramah Hilir Sper segera diisi visual dan pesan edukatif yang memadukan nilai agama dengan kepedulian pada lingkungan. Jika berjalan efektif, pola ini berpeluang jadi model dakwah digital yang bisa direplikasi di lebih banyak masjid.