Buntok (Humas) – Upaya Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan dalam menguatkan dakwah berbasis teknologi melalui kepedulian lingkungan/Ekoteologi mendapat sambutan hangat dari jamaah Masjid Agung Baiturrahman Buntok, Kamis (28/7/2026).
Hanya beberapa jam setelah flyer dan banner bertema "Ekoteologi" ditayangkan pada display monitor digital berukuran 100 inci di lingkungan masjid, berbagai apresiasi dan tanggapan positif langsung disampaikan oleh para jamaah.
Penayangan media dakwah digital tersebut menjadi bagian dari implementasi program penguatan Ekoteologi Kementerian Agama yang bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Melalui pesan-pesan visual yang menarik, jamaah diajak memahami bahwa merawat lingkungan, menjaga hutan, dan melestarikan bumi merupakan amal kebajikan yang bernilai ibadah serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi kehidupan.
Salah seorang jamaah, Nasrullah yang akrab disapa Om Anas, mengaku terkesan dengan materi yang ditampilkan pada layar monitor raksasa setelah mengikuti kajian rutin Majelis Ta'lim yang diasuh oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi.
"Saya melihat ada yang berbeda di layar monitor. Pesan tentang merawat alam dan hutan sebagai amal jariyah sangat menarik dan membuka wawasan baru bagi kami," ujarnya.
Menurut Om Anas, penyampaian pesan keagamaan melalui media digital menjadi inovasi yang efektif karena mudah dilihat, dipahami, dan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Apresiasi serupa disampaikan tokoh masyarakat sekaligus jamaah tetap Masjid Agung Baiturrahman, M. Syafi’i Amrullah atau yang akrab disapa Amang Fi’i. Ia menilai kehadiran media informasi bertema Ekoteologi di lingkungan masjid merupakan langkah positif yang mampu menghubungkan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap alam.
"Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi masyarakat. Menjaga kelestarian alam bukan hanya dilihat dari sisi lingkungan, tetapi juga merupakan bagian dari menjalankan perintah Allah SWT yang bernilai ibadah dan berpahala," tuturnya.
Ia berharap pesan-pesan yang ditampilkan melalui media digital tersebut tidak berhenti sebagai informasi semata, tetapi mampu mendorong masyarakat melakukan aksi nyata, seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, serta berperan aktif dalam upaya pelestarian alam.
Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi, menyampaikan rasa syukur atas respons positif yang diberikan para jamaah.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi motivasi bagi Kementerian Agama untuk terus memperluas edukasi Ekoteologi melalui berbagai media dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Antusiasme jamaah menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan literasi keagamaan yang mengaitkan ajaran Islam dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Minimnya edukasi tentang Ekoteologi menjadi cambuk bagi kami untuk terus memperkuat dakwah yang mengajak umat menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat, tidak hanya dalam pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat edukasi yang mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui inovasi dakwah digital ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari implementasi ajaran agama.
Sinergi antara Kementerian Agama dan pengurus Masjid Agung Baiturrahman diharapkan menjadi contoh dalam menghadirkan rumah ibadah yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat literasi, edukasi, dan penggerak kepedulian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan demi terwujudnya kehidupan yang harmonis, berkelanjutan, dan penuh keberkahan.