Buntok (Humas) Pemadaman listrik mendadak di Buntok tak menghentikan layanan di lingkungan Kementerian Agama. Di tengah ruang kerja yang gelap, ASN Kemenag tetap mengebut penyelesaian persuratan penting untuk koordinasi dengan Pengurus Masjid Kamper.
Surat itu disiapkan saat pegawai sedang dikejar kebutuhan administrasi yang berkaitan langsung dengan agenda keagamaan dan pembinaan kemakmuran masjid. Dokumen tersebut dibutuhkan agar jadwal dan komunikasi di lapangan tidak terganggu.
“Pelayanan dan koordinasi keagamaan tidak boleh terhenti hanya karena kendala teknis seperti mati lampu. Surat koordinasi untuk Pengurus Masjid Kamper ini sifatnya penting dan harus segera disampaikan agar komunikasi di lapangan tetap berjalan harmonis,” ujar Dodi.
Dalam kondisi minim penerangan, pegawai memanfaatkan cahaya layar ponsel dan lampu darurat untuk melanjutkan pengetikan, pemeriksaan, hingga penandatanganan dokumen. Ritme kerja tetap dijaga agar berkas bisa selesai tepat waktu.
Situasi itu menunjukkan respons cepat ASN Kemenag saat layanan publik berhadapan dengan kendala teknis. Pekerjaan yang bersifat mendesak diprioritaskan agar proses koordinasi tidak tersendat.
“Yang utama adalah surat ini selesai dan segera ditindaklanjuti. Agenda keagamaan tidak bisa menunggu karena berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dodi.
Langkah tersebut juga disebut sejalan dengan nilai kerja ASN Kemenag yang dituntut tetap adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan. Dalam kondisi darurat sekalipun, pekerjaan yang berdampak langsung pada masyarakat tetap dijalankan.
Penyelesaian persuratan ini menjadi titik penting agar koordinasi Kemenag dan Pengurus Masjid Kamper bisa segera bergerak. Jika surat rampung dan tersampaikan tepat waktu, program keagamaan di wilayah setempat dapat berjalan tanpa jeda.