Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Kurikulum Berbasis Cinta Bukan Sekadar Materi, tapi Cara Mendidik Generasi Digital

Barsel Hari Ini 23 Jul 2026 2 menit baca 29
Kurikulum Berbasis Cinta Bukan Sekadar Materi, tapi Cara Mendidik Generasi Digital
Foto utama: Kurikulum Berbasis Cinta Bukan Sekadar Materi, tapi Cara Mendidik Generasi Digital
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) – Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Zakirurahman, mengikuti Zoom Meeting Pelatihan Penguatan dan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Era Transformasi Digitalisasi, Rabu (22/07/26) sebagai upaya memperkuat pemahaman satuan pendidikan dalam menerapkan pembelajaran yang berfokus pada karakter di tengah perkembangan teknologi. 

Kegiatan yang digelar secara berani tersebut menghadirkan berbagai materi terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diinisiasi Kementerian Agama. 

Kurikulum ini mengedepankan pendidikan yang membangun nilai kemanusiaan, toleransi, kepedulian, serta akhlak mulia tanpa menyebarkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar. 

“Kurikulum Berbasis Cinta mengajak guru tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang berempati, saling menghargai, dan bertanggung jawab,” ujar Zakirurahman. 

Menurutnya, transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kualitas pembelajaran, bukan justru mengurangi nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan pendidikan. 

“Teknologi akan terus berkembang. Oleh karena itu, pendidikan harus tetap berpijak pada nilai cinta, kasih sayang, dan hormat terhadap sesama agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bijak,” katanya. 

Melalui pelatihan tersebut, Zakirurahman berharap para pendidik di lingkungan madrasah dapat menerapkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dalam aktivitas belajar mengajar sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif. 

“Guru memiliki peran penting menghadirkan suasana belajar yang membangun karakter. Nilai-nilai itu harus hadir dalam setiap proses pembelajaran, bukan hanya tertulis dalam dokumen kurikulum,” ujarnya. 

Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidik yang membentuk akhlak generasi penerus. 

“Digitalisasi adalah keniscayaan, tetapi karakter tetap menjadi fondasi utama. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutupnya. 

Pelatihan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran Kementerian Agama serta pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. 

Pelatihan ini diharapkan menjadi manfaat bagi satuan pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan moderasi beragama.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
23 Jul 2026
Kategori
Barsel Hari Ini
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.