Buntok (Humas) Pelatihan Pembelajaran Inklusif untuk Anak Usia Dini yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan resmi ditutup. Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan guru PAUD/RA binaan DWP Kemenag Barsel.
Penutupan kegiatan dihadiri jajaran pengurus dan anggota DWP. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Ketua DWP bersama Joko Priyono, S.Pd., yang juga bertindak sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut.
Ketua DWP Kemenag Barito Selatan, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh, menyampaikan bahwa pembelajaran inklusif menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Setiap anak memiliki karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang tepat.
"Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan dan penyerahan sertifikat saja. Pengetahuan yang diperoleh perlu diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga guru semakin siap mendampingi anak dengan beragam karakteristik dan kebutuhan," ujarnya.
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat dibagikan kepada tenaga pendidik lainnya, sehingga pemahaman mengenai pendidikan inklusif semakin luas di lingkungan PAUD dan RA binaan DWP.
Di sisi lain, Joko Priyono, S.Pd., selaku pemateri, menyampaikan bahwa pembelajaran inklusif membutuhkan kesiapan guru dalam memahami perbedaan karakteristik dan kemampuan setiap anak. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga perlu menyesuaikan metode pembelajaran agar seluruh anak dapat berpartisipasi secara optimal.
"Pembelajaran inklusif bukan sekadar menghadirkan semua anak di dalam kelas, tetapi bagaimana memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berpartisipasi, dan berkembang sesuai dengan potensinya," jelasnya.
Ia berharap materi yang telah diberikan dapat menjadi bekal bagi para guru PAUD/RA untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, ramah anak, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sementara itu, Wakil Ketua I DWP Kemenag Barsel, Ny. Jamilah Ismiradi, menyampaikan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak.
"Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Karena itu, guru perlu memiliki pemahaman serta keterampilan dalam memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak," tuturnya.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, tantangan berikutnya adalah membawa pengetahuan dari ruang pelatihan ke ruang kelas, agar setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan belajar tanpa terkecuali.