Buntok (Humas) Pendidikan inklusif bagi anak usia dini tidak cukup hanya dipahami sebagai materi pelatihan, tetapi perlu diwujudkan melalui kepedulian dan peran nyata lingkungan keluarga. Hal itu disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh, saat pembubaran panitia Pelatihan Pembelajaran Inklusif untuk Anak Usia Dini.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Asy Noorhasyanah mengajak jajaran pengurus dan anggota DWP untuk terus membangun kepedulian terhadap pendidikan yang memberikan kesempatan setara bagi setiap anak, tanpa membedakan kondisi maupun latar belakangnya.
"Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan berkembang. Karena itu, pembelajaran inklusif perlu dipahami sebagai bentuk kepedulian kita dalam menciptakan lingkungan yang ramah, menerima perbedaan, dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensinya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemahaman tentang pendidikan inklusif tidak seharusnya berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai. Pengetahuan yang diperoleh perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua I DWP Kemenag Barito Selatan, Ny. Jamilah Ismiradi, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diteruskan oleh para peserta.
"Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan yang telah selesai dilaksanakan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh perlu dibagikan serta diterapkan, sehingga semakin banyak orang memahami pentingnya pendidikan yang ramah dan terbuka bagi semua anak," ungkapnya.
Menurutnya, peran anggota DWP dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Sikap menghargai perbedaan, memberikan dukungan, dan mendampingi tumbuh kembang anak merupakan bagian dari upaya membangun pendidikan yang lebih inklusif.
Kegiatan pembubaran panitia tersebut diikuti jajaran pengurus dan anggota DWP Kemenag Barito Selatan. Selain menjadi bagian dari penyelesaian rangkaian kegiatan, pertemuan ini juga menjadi ruang evaluasi agar pelaksanaan program DWP berikutnya semakin terarah dan memberikan manfaat nyata.