Bangkuang (Humas) — Kemarau yang melanda wilayah Barito Selatan mendorong masyarakat Kecamatan Karau Kuala memperkuat ikhtiar, bukan hanya dengan menjaga lingkungan, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal itu dilakukan melalui Shalat Istisqa berjemaah di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bangkuang, Jumat (14/8/2026).
Kepala KUA Kecamatan Karau Kuala, Fauzan Muttaqin, dipercaya menjadi imam dalam pelaksanaan Shalat Istisqa yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bersama Pemerintah Kecamatan Karau Kuala, Pemerintah Kelurahan Bangkuang dan Forkopimcam Karau Kuala.
Fauzan menyebut Shalat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau.
“Ini adalah ikhtiar kita bersama. Kita berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan, sekaligus memohon agar masyarakat kita dijauhkan dari segala bentuk bencana,” ujar Fauzan.
Menurutnya, doa bersama tersebut juga menjadi upaya batin agar masyarakat diberikan keselamatan dalam menghadapi dampak kemarau dan kekeringan yang berpotensi mengganggu kehidupan sehari-hari.
“Kita berharap hujan yang turun nantinya membawa manfaat bagi masyarakat, lingkungan dan kehidupan kita semua. Semoga Allah SWT memberikan keselamatan dan menjauhkan kita dari berbagai bencana,” katanya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Karau Kuala, M. Dedi Setiawan, yang bertugas sebagai khatib mengajak jemaah tidak hanya meminta turunnya hujan, tetapi juga memperbanyak istighfar dan melakukan introspeksi atas kesalahan yang telah diperbuat.
“Marilah kita memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat. Kita bermuhasabah dan kembali mendekatkan diri kepada Allah, karena sesungguhnya kita adalah hamba yang senantiasa membutuhkan pertolongan dan rahmat-Nya,” tutur Dedi dalam khutbahnya.
Dedi juga mengajak masyarakat memperbanyak doa dan amal kebaikan serta menjaga hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia dan lingkungan sekitar. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu berjalan bersama dengan upaya memperbaiki diri.
“Perbanyaklah doa dan amal kebaikan. Mari kita jaga hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia dan lingkungan, karena kehidupan yang baik membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” pesannya.
Shalat Istisqa tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat dengan penuh kekhusyukan. Jajaran KUA Karau Kuala hadir bersama MUI Kecamatan Karau Kuala, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Majelis Ta’lim Al-Hidayah, kelompok-kelompok pengajian se-Kelurahan Bangkuang serta elemen masyarakat lainnya.
Dalam doa yang dipanjatkan, jemaah memohon agar hujan segera diturunkan dengan membawa manfaat dan keberkahan. Doa juga ditujukan bagi keselamatan masyarakat Kecamatan Karau Kuala dan Kabupaten Barito Selatan agar dijauhkan dari bencana, terutama yang berkaitan dengan kemarau dan kekeringan.
Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi pengingat bahwa menghadapi kemarau tidak cukup hanya dengan menunggu hujan. Masyarakat juga diajak memperkuat doa, memperbaiki diri, memperbanyak amal kebaikan serta menjaga lingkungan agar tetap aman bagi kehidupan bersama.