Buntok (Humas) – Dalam rangka memperkuat implementasi program prioritas Kementerian Agama di bidang Ekoteologi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola madrasah, Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan menggelar kegiatan Pembinaan dan Sosialisasi Ekoteologi yang dipusatkan di MI Shirathul Jannah Baru, Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari MTs Al-Mujahidin Baru, MI Shirathul Jannah Baru, MI Nurul Iman Bintang Kurung, RA Syuhada, dan RA An-Nur.
Pembinaan bertujuan menyamakan persepsi seluruh insan madrasah dalam mengimplementasikan nilai-nilai Ekoteologi sebagai bagian dari Asta Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama.
Kepala Seksi Pendidikan Islam, Zakirurahman, selaku narasumber menyampaikan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses yang berkesinambungan dan pembiasaan yang dilakukan setiap hari.
Oleh karena itu, guru dan tenaga kependidikan sebagai garda terdepan setelah orang tua memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
"Karakter yang baik lahir dari keteladanan dan pembiasaan. Guru harus terlebih dahulu memahami nilai-nilai yang akan ditanamkan kepada peserta didik sehingga mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesamaan persepsi antarpendidik menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program-program Kementerian Agama, termasuk Ekoteologi," ungkap Zakirurahman.
Dalam pembinaannya, Zakirurahman juga mengulas pentingnya penerapan budaya kerja Kementerian Agama dalam pengelolaan madrasah agar tercipta layanan pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Selain itu, ia menekankan bahwa Ekoteologi merupakan upaya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup sehingga menjadi budaya yang melekat di lingkungan madrasah.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai revitalisasi digitalisasi layanan pendidikan melalui optimalisasi aplikasi EMIS serta pentingnya ketepatan dan validitas data madrasah melalui Pendataan Ujian Madrasah (PDUM).
Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai program pendidikan Islam.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan memiliki pemahaman yang sama terhadap implementasi budaya kerja Kementerian Agama, penguatan karakter, pelaksanaan program Ekoteologi, serta pengelolaan data madrasah yang berkualitas.
Dengan demikian, madrasah di Kabupaten Barito Selatan diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkontribusi dalam mewujudkan generasi yang berkarakter, peduli lingkungan, serta berdaya saing.