Buntok (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan terus memperkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda melalui kegiatan Penyuluhan Keagamaan di lingkungan Sekolah.
Sebagai implementasi Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama, Penyuluh Kristen melaksanakan penyuluhan keagamaan di SDN 10 Buntok, Pagi ini. Senin (3/8/2026).
Penyuluhan mengangkat tema "Karakter Hebat Dimulai dari Kebiasaan Baik", kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter mulia kepada peserta didik sejak usia dini agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, disiplin, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan berlandaskan firman Tuhan yang tertulis dalam Amsal 22:6, "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
"Ayat tersebut menjadi dasar Penguatan bahwa Pendidikan Karakter merupakan proses berkelanjutan yang harus dimulai sejak dini melalui pembiasaan perilaku yang baik.
Materi disampaikan oleh Penyuluh Kristen, Yemima Pisi, yang mengajak para siswa memahami bahwa karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Dalam penyampaiannya, Yemima menggunakan ilustrasi "Pohon Kecil yang Sabar" untuk memudahkan peserta didik memahami makna pembentukan karakter.
Ia menjelaskan bahwa karakter yang kuat diibaratkan seperti akar pohon yang tidak tampak di permukaan, tetapi terus bertumbuh melalui latihan, ketekunan, dan kesabaran hingga akhirnya menghasilkan buah yang baik.
"Karakter hebat dibangun dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari. Kejujuran, disiplin, dan kesabaran merupakan kebiasaan kecil yang akan membentuk masa depan anak-anak menjadi pribadi yang kuat dan berintegritas," Ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik diajak membiasakan tiga langkah sederhana menuju karakter hebat, yaitu berani berkata jujur meskipun menghadapi risiko dimarahi, disiplin menyelesaikan tugas-tugas kecil tanpa harus selalu diingatkan, serta bersabar ketika keinginan belum dapat tercapai dengan segera.
Suasana Penyuluhan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan semangat, aktif menjawab pertanyaan, serta menunjukkan pemahaman terhadap nilai-nilai karakter yang disampaikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian dan doa yang dipimpin oleh Delita Wati Manullang.
Melalui doa bersama, seluruh peserta memohon hikmat Tuhan agar senantiasa bertumbuh menjadi anak-anak yang beriman, jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjadi berkat bagi keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Rasiana Murai, selaku Guru Agama Kristen SDN 10 Buntok.
Kehadiran guru agama menjadi wujud sinergi antara satuan pendidikan dengan Kementerian Agama dalam membangun karakter peserta didik melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
Melalui penyuluhan ini, Penyuluh Kristen berharap nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab dapat menjadi budaya positif yang terus diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang mulia, moderat, cinta damai, dan berintegritas sesuai semangat Asta Protas Kementerian Agama.