Buntok (Humas) – Kabut asap yang menyelimuti Barito Selatan dalam beberapa hari terakhir membuat madrasah perlu menyesuaikan pola pembelajaran. Pengawas Pendidikan Madrasah Kemenag Barsel, Nurdin, turun langsung ke MAN PK Barito Selatan, Senin (31/8/2026), untuk melanjutkan pembinaan, menyampaikan persiapan supervisi akademik dan manajerial, sekaligus memberikan informasi lanjutan terkait pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR).
Dalam pembinaan tersebut, Nurdin menyampaikan bahwa supervisi akademik bagi guru perlu dipersiapkan dengan baik sebagai bagian dari upaya melihat dan meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan pembelajaran. Sementara supervisi manajerial diarahkan kepada tenaga tata usaha (TU) untuk melihat pengelolaan administrasi dan pelaksanaan tugas sesuai tanggung jawabnya.
“Pembinaan ini juga terkait persiapan pelaksanaan supervisi akademik untuk para guru dan supervisi manajerial untuk tenaga tata usaha. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas kinerja guru dan tenaga TU,” kata Nurdin.
Menurutnya, supervisi bukan semata-mata kegiatan pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari pembinaan untuk melihat pelaksanaan tugas sekaligus mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Dengan persiapan yang baik, guru dan tenaga TU dapat lebih siap menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.
Di sisi lain, kondisi kabut asap yang masih cukup tebal membuat Nurdin kembali menyampaikan informasi mengenai kelanjutan BDR. Ia mengingatkan bahwa perubahan pola pembelajaran dilakukan untuk menjaga kegiatan belajar tetap berlangsung tanpa mengabaikan kesehatan peserta didik.
“BDR bukan berarti pembelajaran berhenti. Belajar tetap jalan, kesehatan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Nurdin juga mendorong madrasah menyiapkan pembelajaran yang efektif dan fleksibel selama kondisi udara belum membaik. Guru tetap perlu memantau proses belajar siswa agar pembelajaran dari rumah tidak sekadar memberikan tugas, tetapi tetap terarah dan dapat diikuti peserta didik.
“Selama kondisi asap masih tebal, madrasah perlu menyesuaikan pembelajaran. Polanya harus tetap efektif, fleksibel dan terpantau, sehingga anak-anak tetap belajar dengan memperhatikan kondisi kesehatan mereka,” jelasnya.
Kepala MAN Barito Selatan Plus Keterampilan, Hj. Siti Noor Aisyah, menyambut pembinaan tersebut dan menyampaikan kesiapan madrasah menindaklanjuti arahan yang diberikan. Pihak madrasah akan mempersiapkan guru dan tenaga TU menghadapi supervisi sekaligus menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi udara.
“Kami akan mempersiapkan guru dan tenaga tata usaha untuk pelaksanaan supervisi sesuai bidangnya. Untuk pembelajaran, kami juga akan menyesuaikan dengan kondisi kabut asap agar siswa tetap bisa belajar dengan aman,” kata Siti Noor Aisyah.
Ia menambahkan, komunikasi antara guru, siswa dan orang tua menjadi bagian penting selama BDR berlangsung. Guru perlu mengetahui perkembangan belajar siswa sekaligus memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan meskipun dilakukan dari rumah.
“Guru tetap memantau proses belajar siswa dan berkomunikasi dengan orang tua. Yang penting pembelajaran tetap berjalan, sementara kesehatan dan keselamatan anak-anak tetap diperhatikan,” ujarnya.
Pembinaan Nurdin di MAN PK Barito Selatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan dua hal tetap berjalan di tengah kondisi kabut asap, yakni peningkatan kualitas kinerja tenaga pendidik dan kependidikan serta keberlangsungan pembelajaran.
Dengan kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik, madrasah dituntut mampu menyesuaikan cara kerja dan pembelajaran tanpa kehilangan tujuan utamanya: guru tetap profesional, administrasi tetap tertata, dan siswa tetap mendapatkan hak belajarnya dengan tetap memperhatikan kesehatan