Buntok (Humas) Penguatan kualitas pendidikan keagamaan, daya saing lulusan, dan transformasi digital menjadi sejumlah agenda yang dibahas dalam Breakfast Meeting rapat koordinasi hybrid Menteri Agama Republik Indonesia, Selasa (3/11/2026). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengikuti rapat tersebut bersama jajaran Kemenag se-Indonesia.
Diakatakan, hasil koordinasi tersebut memberikan gambaran arah kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Program Kementerian Agama harus memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada hasil. Setiap kebijakan perlu memberikan dampak nyata, baik terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun pelayanan publik," ujarnya.
Dalam pemaparan Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri se-Indonesia, pengembangan pendidikan tinggi keagamaan diarahkan pada sejumlah prioritas, di antaranya internasionalisasi kampus, peningkatan akreditasi unggul, penguatan riset dan inovasi, digitalisasi layanan, serta peningkatan keterserapan alumni.
"Perguruan tinggi keagamaan harus terus berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi, penguatan riset, dan kompetensi lulusan," katanya.
Capaian akreditasi perguruan tinggi keagamaan negeri juga menunjukkan perkembangan. Jumlah PTKN berakreditasi unggul meningkat dari 23 institusi pada 2024 menjadi 35 institusi pada 2025, kemudian mencapai 39 institusi pada 2026.
"Capaian tersebut patut diapresiasi, tetapi peningkatan akreditasi harus diikuti dengan kualitas pembelajaran dan lulusan. Jangan sampai keberhasilan hanya terlihat pada angka, sementara dampaknya belum dirasakan masyarakat," ungkap H. Hairil Saleh.
Penguatan internasionalisasi juga menjadi bagian dari pembahasan. Mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di PTKN tercatat berasal dari 91 negara. Selain itu, pengembangan kerja sama internasional dan program visiting professor terus dilakukan untuk memperluas jejaring akademik.
"Kerja sama internasional menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan. Pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, dan riset harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi," tuturnya.
Sementara itu, peningkatan kompetensi dosen dilakukan melalui pengembangan kemampuan bahasa, metodologi penelitian, publikasi ilmiah, serta program persiapan studi lanjut. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kapasitas akademik perguruan tinggi.
"Kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pengembangan kompetensi dosen harus terus mendapat perhatian," jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, turut mengingatkan pentingnya mengukur dampak dari setiap capaian program. Peningkatan jumlah guru besar, lektor kepala, dan akreditasi unggul perlu dikaitkan dengan peningkatan mutu lulusan serta manfaatnya bagi masyarakat.
Kakankemenag menilai, evaluasi tersebut penting agar keberhasilan program tidak hanya diukur berdasarkan capaian administratif.
"Ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa banyak program yang terlaksana atau berapa angka yang berhasil dicapai. Yang lebih penting adalah bagaimana hasilnya dapat meningkatkan kualitas layanan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Digitalisasi layanan dan penguatan tata kelola satu data juga menjadi bagian dari prioritas pengembangan Kementerian Agama. Menurut Kakankemenag, transformasi digital perlu terus didorong untuk menciptakan pelayanan yang lebih efektif, terintegrasi, dan mudah diakses.
"Digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat mempermudah pekerjaan, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan akuntabilitas. Ini menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola Kementerian Agama," demikian pungkas H. Hairil Saleh.
Ikuti Breakfast Meeting Menag, Kakankemenag Barsel: Akreditasi Unggul Harus Diikuti Kualitas Lulusan
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Rating pembaca
0 rating masuk.
0.0
0 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Belum ada komentar yang tampil.
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Gerak Cepat Seksi Perlombaan, Panitia Gelar Rapat Internal Persiapan Perayaan Hari Guru Nasional
04 Nov 2026
Dari Teladan Henokh, Penyuluh Kristen Barsel Ajak Warga Binaan Tetap Kuat dalam Iman
04 Nov 2026
Penyuluh Agama Hindu Dampingi Pasraman Malungai Raya, Dorong Pembenahan Tata Kelola Pendidikan Hindu
04 Nov 2026
Perkuat Legalitas Aset Pendidikan, Kakankemenag Barsel Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf MIS Anugerah Pendang
04 Nov 2026
Berita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
Kunjungi MIS Anugerah Pendang, Kakankemenag Barsel Bahas Tantangan Pendidikan Madrasah Swasta
Buntok (Humas) Peningkatan kualitas pendidikan madrasah tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran, tetapi juga kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik. Hal itu menjadi salah satu pembahasan Kepala Kantor Keme...
Pimpin Apel Pagi, Kakankemenag Barsel Sampaikan 7 Hal Penting, Ini Poinnya
Buntok (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, menyampaikan tujuh arahan kepada jajarannya saat memimpin apel pagi, Senin (2/11/2026). Mulai dari finalisasi e-LKH...
Pidato di Assisi, Gagasan Diplomasi Agama Menag Raih Didukung Pemimpin Agama Dunia
Gagasan Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengenai pentingnya mengedepankan aksi kemanusiaan nyata mendapat dukungan kuat dari para pemimpin agama dunia. Gagasan i...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Ikuti Breakfast Meeting Menag, Kakankemenag Barsel: Akreditasi Unggul Harus Diikuti Kualitas Lulusan
Ikuti Breakfast Meeting Menag, Kakankemenag Barsel: Akreditasi Unggul Harus Diikuti Kualitas Lulusan
Buntok (Humas) Penguatan kualitas pendidikan keagamaan, daya saing lulusan, dan transformasi digital menjadi sejumlah agenda yang dibahas dalam Breakfast Meeting rapat koordinasi hybrid Menteri Agama Republik Indonesia, Selasa (3/11/2026). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengikuti rapat tersebut bersama jajaran Kemenag se-Indonesia.
Diakatakan, hasil koordinasi tersebut memberikan gambaran arah kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Program Kementerian Agama harus memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada hasil. Setiap kebijakan perlu memberikan dampak nyata, baik terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun pelayanan publik," ujarnya.
Dalam pemaparan Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri se-Indonesia, pengembangan pendidikan tinggi keagamaan diarahkan pada sejumlah prioritas, di antaranya internasionalisasi kampus, peningkatan akreditasi unggul, penguatan riset dan inovasi, digitalisasi layanan, serta peningkatan keterserapan alumni.
"Perguruan tinggi keagamaan harus terus berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi, penguatan riset, dan kompetensi lulusan," katanya.
Capaian akreditasi perguruan tinggi keagamaan negeri juga menunjukkan perkembangan. Jumlah PTKN berakreditasi unggul meningkat dari 23 institusi pada 2024 menjadi 35 institusi pada 2025, kemudian mencapai 39 institusi pada 2026.
"Capaian tersebut patut diapresiasi, tetapi peningkatan akreditasi harus diikuti dengan kualitas pembelajaran dan lulusan. Jangan sampai keberhasilan hanya terlihat pada angka, sementara dampaknya belum dirasakan masyarakat," ungkap H. Hairil Saleh.
Penguatan internasionalisasi juga menjadi bagian dari pembahasan. Mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di PTKN tercatat berasal dari 91 negara. Selain itu, pengembangan kerja sama internasional dan program visiting professor terus dilakukan untuk memperluas jejaring akademik.
"Kerja sama internasional menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan. Pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, dan riset harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi," tuturnya.
Sementara itu, peningkatan kompetensi dosen dilakukan melalui pengembangan kemampuan bahasa, metodologi penelitian, publikasi ilmiah, serta program persiapan studi lanjut. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kapasitas akademik perguruan tinggi.
"Kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pengembangan kompetensi dosen harus terus mendapat perhatian," jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, turut mengingatkan pentingnya mengukur dampak dari setiap capaian program. Peningkatan jumlah guru besar, lektor kepala, dan akreditasi unggul perlu dikaitkan dengan peningkatan mutu lulusan serta manfaatnya bagi masyarakat.
Kakankemenag menilai, evaluasi tersebut penting agar keberhasilan program tidak hanya diukur berdasarkan capaian administratif.
"Ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa banyak program yang terlaksana atau berapa angka yang berhasil dicapai. Yang lebih penting adalah bagaimana hasilnya dapat meningkatkan kualitas layanan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Digitalisasi layanan dan penguatan tata kelola satu data juga menjadi bagian dari prioritas pengembangan Kementerian Agama. Menurut Kakankemenag, transformasi digital perlu terus didorong untuk menciptakan pelayanan yang lebih efektif, terintegrasi, dan mudah diakses.
"Digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat mempermudah pekerjaan, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan akuntabilitas. Ini menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola Kementerian Agama," demikian pungkas H. Hairil Saleh.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Berita Terkait
Baca kabar lainnya
04 Nov 2026
Kunjungi MIS Anugerah Pendang, Kakankemenag Barsel Bahas Tantangan Pendidikan Madrasah Swasta
Buntok (Humas) Peningkatan kualitas pendidikan madrasah tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran, tetapi juga kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik. Hal itu menjadi salah satu pembahasan Kepala Kantor Keme...
02 Nov 2026
Pimpin Apel Pagi, Kakankemenag Barsel Sampaikan 7 Hal Penting, Ini Poinnya
Buntok (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, menyampaikan tujuh arahan kepada jajarannya saat memimpin apel pagi, Senin (2/11/2026). Mulai dari finalisasi e-LKH...
30 Okt 2026
Pidato di Assisi, Gagasan Diplomasi Agama Menag Raih Didukung Pemimpin Agama Dunia
Gagasan Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengenai pentingnya mengedepankan aksi kemanusiaan nyata mendapat dukungan kuat dari para pemimpin agama dunia. Gagasan i...