Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Ikuti Breakfast Meeting Menag, Kakankemenag Barsel: Akreditasi Unggul Harus Diikuti Kualitas Lulusan

Breakfast Meeting 03 Nov 2026 3 menit baca 64
Ikuti Breakfast Meeting Menag, Kakankemenag Barsel: Akreditasi Unggul Harus Diikuti Kualitas Lulusan
Foto utama: Ikuti Breakfast Meeting Menag, Kakankemenag Barsel: Akreditasi Unggul Harus Diikuti Kualitas Lulusan
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Penguatan kualitas pendidikan keagamaan, daya saing lulusan, dan transformasi digital menjadi sejumlah agenda yang dibahas dalam Breakfast Meeting rapat koordinasi hybrid Menteri Agama Republik Indonesia, Selasa (3/11/2026). Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, mengikuti rapat tersebut bersama jajaran Kemenag se-Indonesia.

Diakatakan, hasil koordinasi tersebut memberikan gambaran arah kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Program Kementerian Agama harus memiliki arah yang jelas dan berorientasi pada hasil. Setiap kebijakan perlu memberikan dampak nyata, baik terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun pelayanan publik," ujarnya.

Dalam pemaparan Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri se-Indonesia, pengembangan pendidikan tinggi keagamaan diarahkan pada sejumlah prioritas, di antaranya internasionalisasi kampus, peningkatan akreditasi unggul, penguatan riset dan inovasi, digitalisasi layanan, serta peningkatan keterserapan alumni.

"Perguruan tinggi keagamaan harus terus berkembang dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi, penguatan riset, dan kompetensi lulusan," katanya.

Capaian akreditasi perguruan tinggi keagamaan negeri juga menunjukkan perkembangan. Jumlah PTKN berakreditasi unggul meningkat dari 23 institusi pada 2024 menjadi 35 institusi pada 2025, kemudian mencapai 39 institusi pada 2026.

"Capaian tersebut patut diapresiasi, tetapi peningkatan akreditasi harus diikuti dengan kualitas pembelajaran dan lulusan. Jangan sampai keberhasilan hanya terlihat pada angka, sementara dampaknya belum dirasakan masyarakat," ungkap H. Hairil Saleh.

Penguatan internasionalisasi juga menjadi bagian dari pembahasan. Mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di PTKN tercatat berasal dari 91 negara. Selain itu, pengembangan kerja sama internasional dan program visiting professor terus dilakukan untuk memperluas jejaring akademik.

"Kerja sama internasional menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan. Pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, dan riset harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi," tuturnya.

Sementara itu, peningkatan kompetensi dosen dilakukan melalui pengembangan kemampuan bahasa, metodologi penelitian, publikasi ilmiah, serta program persiapan studi lanjut. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kapasitas akademik perguruan tinggi.

"Kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, pengembangan kompetensi dosen harus terus mendapat perhatian," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, turut mengingatkan pentingnya mengukur dampak dari setiap capaian program. Peningkatan jumlah guru besar, lektor kepala, dan akreditasi unggul perlu dikaitkan dengan peningkatan mutu lulusan serta manfaatnya bagi masyarakat.

Kakankemenag menilai, evaluasi tersebut penting agar keberhasilan program tidak hanya diukur berdasarkan capaian administratif.

"Ukuran keberhasilan bukan sekadar berapa banyak program yang terlaksana atau berapa angka yang berhasil dicapai. Yang lebih penting adalah bagaimana hasilnya dapat meningkatkan kualitas layanan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Digitalisasi layanan dan penguatan tata kelola satu data juga menjadi bagian dari prioritas pengembangan Kementerian Agama. Menurut Kakankemenag, transformasi digital perlu terus didorong untuk menciptakan pelayanan yang lebih efektif, terintegrasi, dan mudah diakses.

"Digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat mempermudah pekerjaan, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan akuntabilitas. Ini menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola Kementerian Agama," demikian pungkas H. Hairil Saleh.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
03 Nov 2026
Kategori
Breakfast Meeting
Durasi
3 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.