Buntok (Humas) – Keterbatasan sarana dan administrasi tidak menyurutkan semangat umat Hindu di Desa Malungai Raya, Kecamatan Gunung Bintang Awai, dalam menyelenggarakan pendidikan keagamaan bagi generasi muda. Untuk mendukung keberlangsungan pendidikan tersebut, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Miyah, bersama Operator Layanan Operasional Bimas Hindu, Jumrani, melakukan pembinaan dan monitoring Pasraman Tuu Betu Bura Beta, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Balai Basarah Erai Alan itu menjadi bagian dari pendampingan Kementerian Agama terhadap lembaga pendidikan keagamaan Hindu, terutama dalam memperkuat tata kelola dan memastikan kegiatan pendidikan berjalan dengan baik.
Miyah mengatakan, kehadiran penyuluh tidak hanya untuk melihat pelaksanaan kegiatan Pasraman, tetapi juga memastikan umat Hindu di wilayah tersebut mendapat perhatian dan pendampingan dalam mengembangkan pendidikan keagamaan.
“Pembinaan ini merupakan bentuk kehadiran dan dukungan kami bagi umat Hindu di Desa Malungai Raya, khususnya bagi Pasraman. Kami ingin memastikan kegiatan pendidikan keagamaan tetap berjalan dan anak-anak mendapatkan pendampingan untuk mengenal, memahami, serta mengamalkan ajaran agama sejak dini,” ujar Miyah.
Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan Pasraman perlu terus dibenahi, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Menurutnya, tata kelola yang tertib akan membantu lembaga pendidikan keagamaan berkembang menjadi lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai religius yang menjadi dasarnya.
“Kami berharap melalui pembinaan ini, pengurus semakin memahami pentingnya administrasi dan tata kelola lembaga. Pasraman harus terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang modern, religius, dan berkualitas, sehingga mampu memberikan pendidikan yang baik bagi generasi muda Hindu,” tambahnya.
Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan, Neri Erisa Elisabet, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa perhatian dan pendampingan dari Kementerian Agama sangat berarti bagi umat Hindu di Desa Malungai Raya, terlebih kondisi tempat ibadah mereka yang hingga kini belum memiliki bangunan permanen.
“Kami berterima kasih atas kehadiran dan perhatian Kementerian Agama melalui pembinaan ini. Walaupun Balai Basarah Erai Alan belum memiliki rumah ibadat yang permanen, semangat umat untuk beribadah dan menjalankan kegiatan keagamaan tetap terjaga. Kami berharap perhatian seperti ini terus diberikan kepada umat Hindu di desa kami,” ungkap Neri.
Sementara itu, Ketua Pasraman Tuu Betu Bura Beta, Tatiani, menyampaikan bahwa pengelola masih membutuhkan pendampingan, terutama dalam melengkapi persyaratan administrasi untuk memperoleh izin operasional. Selain itu, keterbatasan dukungan bagi tenaga pendidik juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Kami berharap pengurus Pasraman terus didampingi dalam melengkapi administrasi, karena sampai sekarang Pasraman Tuu Betu Bura Beta belum memiliki izin operasional. Guru dan pendamping juga belum mendapatkan insentif. Selama ini mereka menjalankan tugas secara sukarela dengan dukungan swadaya umat sesuai kemampuan yang ada,” kata Tatiani.
Pembinaan dan monitoring ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membantu pengurus menata kelengkapan administrasi sekaligus memperkuat penyelenggaraan pendidikan keagamaan di tingkat desa. Dengan dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan, Pasraman Tuu Betu Bura Beta diharapkan mampu mencetak generasi muda Hindu yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.