Buntok (Humas) – Semangat pemuda tidak berhenti ketika seseorang melewati usia muda. Semangat belajar, kreativitas, dan keberanian melakukan perubahan tetap dibutuhkan dalam dunia kerja, termasuk bagi pegawai yang telah berusia di atas 50 tahun. Pesan tersebut disampaikan Pengawas Pendidikan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Hj. Noor Atikah, saat menjadi pembina apel pagi di halaman kantor Kemenag Barsel, Kamis (29/10/2026). Dalam amanatnya, ia mengaitkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dengan semangat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pegawai.
“Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa negara ini berdiri dan dibangun melalui perjuangan serta kebersamaan. Nilai-nilai perjuangan itu perlu terus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja,” ujar Noor Atikah.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya berkaitan dengan generasi muda berdasarkan batasan usia, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk menjaga semangat berkarya. Di lingkungan kerja, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan menjalankan tugas dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
“Walaupun kita sudah berusia di atas 50 tahun, hal itu bukan batasan untuk tetap melaksanakan tugas dengan baik. Kita tetap perlu memiliki semangat, terus mengembangkan kreativitas, dan berani melakukan hal-hal baru yang membawa perubahan positif dalam pekerjaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat kepemudaan berkaitan dengan idealisme, kreativitas, dan keberanian menghadapi perubahan. Sikap tersebut tetap relevan bagi pegawai yang memiliki pengalaman kerja panjang, terutama ketika harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan pelayanan.
“Pemuda bukan semata-mata ditentukan oleh usia, melainkan juga oleh semangat, idealisme, kreativitas, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Karena itu, semangat seperti ini tetap bisa kita miliki dan praktikkan, berapa pun usia kita sekarang,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dengan membangun kebiasaan kerja yang positif, terbuka terhadap pengetahuan baru, serta bersedia memperbaiki cara kerja yang belum efektif. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi dapat terlihat dalam sikap dan hasil kerja setiap pegawai.
“Mari kita praktikkan semangat Sumpah Pemuda dalam lingkungan kerja, bukan hanya dengan memperingatinya setiap tahun. Kita bisa memulainya dengan bekerja lebih bersemangat, mau belajar hal-hal baru, serta berani memperbaiki cara kerja agar tugas dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Melalui amanat tersebut, apel pagi menjadi kesempatan untuk kembali mengingat nilai perjuangan dan kebersamaan yang diwariskan para pemuda Indonesia. Nilai-nilai itu diharapkan tetap hidup dalam lingkungan kerja melalui semangat berkarya, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus berkembang.