Pendang (Humas) KUA Dusun Utara bergerak cepat dengan menggelar sosialisasi rashdul qiblat dan Early Warning System (EWS) di empat titik, yakni RA Al Hidayah Pendang, MIS Anugerah Pendang, SMPN 1 Dusun Utara, dan SMAN 1 Dusun Utara. Program ini dibawa untuk dua target sekaligus: memastikan pemahaman arah kiblat yang tepat dan mendeteksi dini potensi konflik sosial berdimensi keagamaan di lingkungan pendidikan.
Kepala KUA Dusun Utara H. Agus Salim menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026 yang harus dipahami masyarakat sejak level sekolah. Menurutnya, edukasi soal rashdul qiblat bukan sekadar teknis, tetapi juga menyangkut ketepatan ibadah yang berdampak langsung pada kehidupan keagamaan warga.
“Rashdul qiblat ini penting karena memberi cara yang mudah, ilmiah, dan akurat untuk memastikan arah kiblat. Sekolah menjadi titik strategis agar pengetahuan ini cepat menyebar ke keluarga dan masyarakat,” kata Agus Salim dalam kegiatan sosialisasi.
Ia menambahkan, keterlibatan lembaga pendidikan dipilih karena efeknya dinilai lebih luas dan cepat. Pelajar, guru, dan tenaga pendidikan dinilai bisa menjadi perpanjangan informasi di lingkungan masing-masing.
“Kalau pemahaman ini kuat di sekolah, dampaknya tidak berhenti di ruang kelas. Ini bisa dibawa pulang, dipraktikkan di rumah, musala, sampai masjid di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Di sisi lain, KUA Dusun Utara juga menjalankan program EWS Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan di SMAN 1 Dusun Utara. Langkah ini dipasang sebagai rem awal agar potensi gesekan sosial yang berkaitan dengan isu keagamaan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Penyuluh Agama Islam KUA Dusun Utara, Kartika, mengatakan EWS dibutuhkan karena sekolah merupakan ruang perjumpaan beragam latar belakang, pemikiran, dan cara pandang. Karena itu, deteksi dini dinilai krusial agar potensi salah paham bisa dibaca lebih awal.
“EWS ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangun kepekaan. Sekolah harus punya kemampuan membaca gejala awal konflik agar bisa dicegah sebelum membesar,” kata Kartika.
Menurut dia, penguatan moderasi beragama di kalangan pelajar tidak bisa ditunda. Edukasi harus diarahkan pada kemampuan berdialog, saling menghormati, dan menyaring informasi yang berpotensi memecah belah.
“Pelajar hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Kalau tidak dibekali sejak awal, isu keagamaan yang sensitif bisa mudah disalahpahami dan memicu gesekan. Karena itu, literasi keagamaan dan moderasi beragama harus jalan bersamaan,” ujarnya.
Lewat sosialisasi di empat lokasi ini, KUA Dusun Utara tidak hanya mengejar suksesnya Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026, tetapi juga memasang sistem kewaspadaan dini di sekolah. Targetnya jelas: arah kiblat makin akurat, pelajar makin peka, dan potensi konflik keagamaan bisa dipatahkan sebelum meledak.
Gaspol ke 4 Sekolah, KUA Dusun Utara Sosialisasikan Rashdul Qiblat dan EWS Cegah Konflik Dini
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Rating pembaca
0 rating masuk.
0.0
0 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Agus Salim, S.Ag., M.H.I
3 minggu yang lalu
Siip
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Ikut Zoom Se-Kalteng, Penyuluh Agama Kristen Didorong Perkuat Integritas dan Pelayanan
08 Agt 2026
Langkah Kecil, Dampak Besar: Penyuluh Kristen Dorong Siswa Disiplin dan Bertanggung Jawab
08 Agt 2026
Jalankan Tusi PZW, Ustadz Sibawaihi Ceramah Rahasia Wakaf Produktif Utsman bin Affan dari Sumur Jadi Hotel Bintang 5
08 Agt 2026
“KUA Karau Kuala Perkuat Pendataan Wakaf, Konfirmasi Tanah Wakaf Masjid Darul Ikhsan di Teluk Sampudau”.
07 Agt 2026
Berita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
Ikut Zoom Se-Kalteng, Penyuluh Agama Kristen Didorong Perkuat Integritas dan Pelayanan
Buntok (Humas) Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengikuti pembinaan dan ibadah bersama Penyuluh Agama Kristen se-Kalimantan Tengah yang digelar Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemen...
Penyuluh Eko Ajak Siswa Percaya Diri, Kisah Daud Jadi Bekal Bangun Karakter Sejak Dini
Buntok (Humas) — Menanamkan rasa percaya diri dan karakter positif sejak usia sekolah menjadi salah satu fokus penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Se...
Kepala KUA Karau Kuala, Fauzan Muttaqin: Masjid Bersih, Jamaah Nyaman
Bangkuang — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Karau Kuala, Fauzan Muttaqin, bersama Pelaksana Pelayanan Kemasjidan, Ahmadi. SL, melakukan koordinasi dengan Kepala Pengurus Masjid Ja...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Gaspol ke 4 Sekolah, KUA Dusun Utara Sosialisasikan Rashdul Qiblat dan EWS Cegah Konflik Dini
Gaspol ke 4 Sekolah, KUA Dusun Utara Sosialisasikan Rashdul Qiblat dan EWS Cegah Konflik Dini
Pendang (Humas) KUA Dusun Utara bergerak cepat dengan menggelar sosialisasi rashdul qiblat dan Early Warning System (EWS) di empat titik, yakni RA Al Hidayah Pendang, MIS Anugerah Pendang, SMPN 1 Dusun Utara, dan SMAN 1 Dusun Utara. Program ini dibawa untuk dua target sekaligus: memastikan pemahaman arah kiblat yang tepat dan mendeteksi dini potensi konflik sosial berdimensi keagamaan di lingkungan pendidikan.
Kepala KUA Dusun Utara H. Agus Salim menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026 yang harus dipahami masyarakat sejak level sekolah. Menurutnya, edukasi soal rashdul qiblat bukan sekadar teknis, tetapi juga menyangkut ketepatan ibadah yang berdampak langsung pada kehidupan keagamaan warga.
“Rashdul qiblat ini penting karena memberi cara yang mudah, ilmiah, dan akurat untuk memastikan arah kiblat. Sekolah menjadi titik strategis agar pengetahuan ini cepat menyebar ke keluarga dan masyarakat,” kata Agus Salim dalam kegiatan sosialisasi.
Ia menambahkan, keterlibatan lembaga pendidikan dipilih karena efeknya dinilai lebih luas dan cepat. Pelajar, guru, dan tenaga pendidikan dinilai bisa menjadi perpanjangan informasi di lingkungan masing-masing.
“Kalau pemahaman ini kuat di sekolah, dampaknya tidak berhenti di ruang kelas. Ini bisa dibawa pulang, dipraktikkan di rumah, musala, sampai masjid di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Di sisi lain, KUA Dusun Utara juga menjalankan program EWS Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan di SMAN 1 Dusun Utara. Langkah ini dipasang sebagai rem awal agar potensi gesekan sosial yang berkaitan dengan isu keagamaan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Penyuluh Agama Islam KUA Dusun Utara, Kartika, mengatakan EWS dibutuhkan karena sekolah merupakan ruang perjumpaan beragam latar belakang, pemikiran, dan cara pandang. Karena itu, deteksi dini dinilai krusial agar potensi salah paham bisa dibaca lebih awal.
“EWS ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangun kepekaan. Sekolah harus punya kemampuan membaca gejala awal konflik agar bisa dicegah sebelum membesar,” kata Kartika.
Menurut dia, penguatan moderasi beragama di kalangan pelajar tidak bisa ditunda. Edukasi harus diarahkan pada kemampuan berdialog, saling menghormati, dan menyaring informasi yang berpotensi memecah belah.
“Pelajar hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Kalau tidak dibekali sejak awal, isu keagamaan yang sensitif bisa mudah disalahpahami dan memicu gesekan. Karena itu, literasi keagamaan dan moderasi beragama harus jalan bersamaan,” ujarnya.
Lewat sosialisasi di empat lokasi ini, KUA Dusun Utara tidak hanya mengejar suksesnya Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026, tetapi juga memasang sistem kewaspadaan dini di sekolah. Targetnya jelas: arah kiblat makin akurat, pelajar makin peka, dan potensi konflik keagamaan bisa dipatahkan sebelum meledak.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Agus Salim, S.Ag., M.H.I
3 minggu yang lalu
Siip
Berita Terkait
Baca kabar lainnya
08 Agt 2026
Ikut Zoom Se-Kalteng, Penyuluh Agama Kristen Didorong Perkuat Integritas dan Pelayanan
Buntok (Humas) Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengikuti pembinaan dan ibadah bersama Penyuluh Agama Kristen se-Kalimantan Tengah yang digelar Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemen...
07 Agt 2026
Penyuluh Eko Ajak Siswa Percaya Diri, Kisah Daud Jadi Bekal Bangun Karakter Sejak Dini
Buntok (Humas) — Menanamkan rasa percaya diri dan karakter positif sejak usia sekolah menjadi salah satu fokus penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Se...
05 Agt 2026
Kepala KUA Karau Kuala, Fauzan Muttaqin: Masjid Bersih, Jamaah Nyaman
Bangkuang — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Karau Kuala, Fauzan Muttaqin, bersama Pelaksana Pelayanan Kemasjidan, Ahmadi. SL, melakukan koordinasi dengan Kepala Pengurus Masjid Ja...