Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Gaspol ke 4 Sekolah, KUA Dusun Utara Sosialisasikan Rashdul Qiblat dan EWS Cegah Konflik Dini

KUA & Penyuluh 16 Jul 2026 3 menit baca 42
Gaspol ke 4 Sekolah, KUA Dusun Utara Sosialisasikan Rashdul Qiblat dan EWS Cegah Konflik Dini
Foto utama: Gaspol ke 4 Sekolah, KUA Dusun Utara Sosialisasikan Rashdul Qiblat dan EWS Cegah Konflik Dini
Dengar Berita Siap diputar

Pendang (Humas) KUA Dusun Utara bergerak cepat dengan menggelar sosialisasi rashdul qiblat dan Early Warning System (EWS) di empat titik, yakni RA Al Hidayah Pendang, MIS Anugerah Pendang, SMPN 1 Dusun Utara, dan SMAN 1 Dusun Utara. Program ini dibawa untuk dua target sekaligus: memastikan pemahaman arah kiblat yang tepat dan mendeteksi dini potensi konflik sosial berdimensi keagamaan di lingkungan pendidikan.

Kepala KUA Dusun Utara H. Agus Salim menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026 yang harus dipahami masyarakat sejak level sekolah. Menurutnya, edukasi soal rashdul qiblat bukan sekadar teknis, tetapi juga menyangkut ketepatan ibadah yang berdampak langsung pada kehidupan keagamaan warga.

“Rashdul qiblat ini penting karena memberi cara yang mudah, ilmiah, dan akurat untuk memastikan arah kiblat. Sekolah menjadi titik strategis agar pengetahuan ini cepat menyebar ke keluarga dan masyarakat,” kata Agus Salim dalam kegiatan sosialisasi.

Ia menambahkan, keterlibatan lembaga pendidikan dipilih karena efeknya dinilai lebih luas dan cepat. Pelajar, guru, dan tenaga pendidikan dinilai bisa menjadi perpanjangan informasi di lingkungan masing-masing.

“Kalau pemahaman ini kuat di sekolah, dampaknya tidak berhenti di ruang kelas. Ini bisa dibawa pulang, dipraktikkan di rumah, musala, sampai masjid di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Di sisi lain, KUA Dusun Utara juga menjalankan program EWS Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan di SMAN 1 Dusun Utara. Langkah ini dipasang sebagai rem awal agar potensi gesekan sosial yang berkaitan dengan isu keagamaan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Penyuluh Agama Islam KUA Dusun Utara, Kartika, mengatakan EWS dibutuhkan karena sekolah merupakan ruang perjumpaan beragam latar belakang, pemikiran, dan cara pandang. Karena itu, deteksi dini dinilai krusial agar potensi salah paham bisa dibaca lebih awal.

“EWS ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangun kepekaan. Sekolah harus punya kemampuan membaca gejala awal konflik agar bisa dicegah sebelum membesar,” kata Kartika.

Menurut dia, penguatan moderasi beragama di kalangan pelajar tidak bisa ditunda. Edukasi harus diarahkan pada kemampuan berdialog, saling menghormati, dan menyaring informasi yang berpotensi memecah belah.

“Pelajar hari ini hidup di tengah arus informasi yang sangat cepat. Kalau tidak dibekali sejak awal, isu keagamaan yang sensitif bisa mudah disalahpahami dan memicu gesekan. Karena itu, literasi keagamaan dan moderasi beragama harus jalan bersamaan,” ujarnya.

Lewat sosialisasi di empat lokasi ini, KUA Dusun Utara tidak hanya mengejar suksesnya Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026, tetapi juga memasang sistem kewaspadaan dini di sekolah. Targetnya jelas: arah kiblat makin akurat, pelajar makin peka, dan potensi konflik keagamaan bisa dipatahkan sebelum meledak.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

1
A

Agus Salim, S.Ag., M.H.I

3 minggu yang lalu

Siip

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
16 Jul 2026
Kategori
KUA & Penyuluh
Durasi
3 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.