Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Ekoteologi Jadi Jembatan, Warga Binaan Diajak Peduli Lingkungan dan Sesama
Kembali ke Berita
KUA & Penyuluh 03 Jun 2026 2 menit baca 151 dibaca

Ekoteologi Jadi Jembatan, Warga Binaan Diajak Peduli Lingkungan dan Sesama

Ekoteologi Jadi Jembatan, Warga Binaan Diajak Peduli Lingkungan dan Sesama
Foto utama: Ekoteologi Jadi Jembatan, Warga Binaan Diajak Peduli Lingkungan dan Sesama
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Isu lingkungan hidup menjadi salah satu materi yang dibawa dalam penyuluhan keagamaan bagi warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Buntok, Rabu (3/6/2026). 

Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengangkat tema "Ekoteologi: Bersukacita dalam Tuhan dan Bertanggung Jawab atas Ciptaan-Nya" berdasarkan Habakuk 3:17-19.

Penyuluh Agama Kristen, Yemima Pisi, mengatakan iman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui sikap terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari ciptaan Tuhan.

"Tuhan mempercayakan alam kepada manusia untuk dipelihara, bukan dieksploitasi. Menjaga lingkungan adalah bentuk syukur dan ketaatan kita kepada Tuhan," ujar Yemima di hadapan warga binaan.

Menurutnya, pesan Habakuk 3:17-19 mengajarkan bahwa sukacita kepada Tuhan tidak bergantung pada keadaan yang sedang dihadapi, melainkan pada keyakinan bahwa Tuhan tetap memelihara kehidupan.

"Sekalipun menghadapi keterbatasan, kita tetap dapat bersukacita di dalam Tuhan. Dari hati yang bersyukur itulah lahir kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar," katanya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kristen Delita Wati Manullang mengajak peserta melihat persoalan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan manusia.

"Kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan alam, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Ketika alam rusak, manusia ikut merasakan akibatnya," kata Delita.

Ia berharap nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari praktik iman yang nyata.

"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Menjaga kebersihan, mengurangi perilaku yang merusak lingkungan, dan menghargai ciptaan Tuhan merupakan wujud iman yang dapat dilakukan siapa saja," ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pujian dan doa yang dipimpin Delita Wati Manullang. Warga binaan terlihat aktif mengikuti diskusi mengenai hubungan antara iman Kristen dan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai penutup, penyuluhan dilanjutkan dengan pelayanan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Kristen Eko Wahyudi. Melalui pelayanan tersebut, warga binaan diajak memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus menghidupi nilai kasih, syukur, dan tanggung jawab terhadap sesama maupun seluruh ciptaan-Nya.

Icon Kemenag Barsel

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda setelah membaca?

Sekali klik, langsung tercatat

Komentar Pembaca

Tanggapan untuk berita ini

0 tampil
Belum ada komentar yang tampil. Jadilah pembaca pertama yang memberi tanggapan.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Bagikan tanggapan Anda dengan bahasa yang santun dan relevan dengan isi berita.

Rating

Berita Terkait

Baca kabar lainnya