Buntok (Humas) – Literasi zakat dan wakaf kini didorong memanfaatkan teknologi digital. Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi, menginisiasi pemanfaatan layar monitor raksasa milik Masjid Agung Baiturrahman Buntok sebagai media edukasi bagi jamaah.
Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi bersama Ketua Masjid Agung Baiturrahman Buntok, H. Ahmad Akmal Husein, yang berlangsung di sela-sela sebuah acara hajatan warga di Buntok. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk membahas permohonan izin sekaligus persetujuan pengelolaan konten pada display monitor milik masjid.
Menurut H. Muhammad Sibawaihi, layar berukuran sekitar 100 inci yang menjadi salah satu display monitor terbesar di Kota Buntok, khususnya Kecamatan Dusun Selatan, memiliki potensi besar sebagai media dakwah yang lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat.
"Kami berkoordinasi untuk meminta izin pengelolaan konten pada display monitor tersebut agar dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi jamaah," ujar Sibawaihi.
Ia menjelaskan, layar raksasa itu nantinya akan diisi berbagai banner dan flyer digital yang memuat edukasi mengenai zakat, wakaf, infak, sedekah, hingga pesan-pesan ekoteologi atau teologi lingkungan hidup.
"Kami ingin memasukkan konten-konten berupa banner atau flyer digital yang mengedukasi jamaah tentang pentingnya zakat, wakaf, infak, sedekah, serta pesan-pesan mengenai ekoteologi," katanya.
Ketua Masjid Agung Baiturrahman, H. Ahmad Akmal Husein, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pemanfaatan fasilitas digital masjid untuk edukasi umat merupakan langkah yang tepat dan memberikan nilai tambah terhadap keberadaan display monitor yang dimiliki masjid.
"Program ini sangat tepat. Jadi, kami merasa tidak sia-sia melakukan pengadaan display monitor dengan layar sebesar ini. Walaupun pengadaannya cukup banyak menggunakan dana kas masjid, kini terbukti manfaatnya sangat luas, termasuk untuk program pemberdayaan umat seperti ini," ungkap Ahmad Akmal Husein.
Ia berharap teknologi informasi yang tersedia di Masjid Agung Baiturrahman dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pelayanan kepada jamaah sekaligus mendorong pengelolaan masjid yang semakin maju dan profesional.
"Kami berharap pemanfaatan teknologi informasi di masjid ini dapat membawa kemajuan bagi Masjid Agung Baiturrahman dan mendorong jajaran takmir agar semakin profesional dalam melayani umat," tuturnya.
Melalui kerja sama antara Penyelenggara Zakat dan Wakaf dengan pengurus Masjid Agung Baiturrahman, pesan-pesan keagamaan diharapkan dapat disampaikan secara lebih modern, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Pertemuan yang berlangsung secara sederhana di sela hajatan warga itu juga menjadi bukti bahwa koordinasi untuk kepentingan umat tidak selalu harus dilakukan di ruang rapat, tetapi dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada demi menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih baik.