Buntok (Humas) – Mengawali pekerjaan dengan doa menjadi pesan yang dibawa Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan dalam ibadah rutin awal minggu, Senin (28/9/2026). Doa tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga pengingat agar setiap tugas dan pelayanan dijalankan dengan mengandalkan Tuhan.
Ibadah yang berlangsung di Ruang Bimas Kristen diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin Koriwati. Selanjutnya, Eko Wahyudi menyampaikan renungan berdasarkan Markus 1:35 tentang keteladanan Yesus yang bangun pagi dan pergi ke tempat sunyi untuk berdoa.
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana,” demikian firman yang menjadi dasar renungan.
Mengangkat tema “Berdoa Sebelum Kerja”, Eko mengajak jajaran Bimas Kristen membiasakan diri berdoa sebelum memulai pekerjaan. Menurutnya, kesibukan tidak seharusnya membuat seseorang melupakan Tuhan sebagai sumber kekuatan.
“Sebelum mulai kerja hendaknya kita mengawali dengan doa dan mencari Tuhan. Dengan begitu, kita menyerahkan seluruh pekerjaan yang akan dilakukan kepada Tuhan dan memohon penyertaan-Nya sepanjang minggu,” ujar Eko.
Ia juga mengingatkan bahwa Yesus sendiri tetap menyediakan waktu untuk berdoa meskipun menjalankan banyak pelayanan. Teladan tersebut menjadi ajakan agar setiap pegawai tidak hanya mengandalkan kemampuan diri ketika menjalankan tugas.
“Doa adalah sumber kekuatan dan berkat. Ketika kita membiasakan diri datang kepada Tuhan sebelum bekerja, kita belajar menyerahkan setiap rencana dan pekerjaan kepada-Nya,” katanya.
Kepala Seksi Bimas Kristen, Hesti Rayani, menyampaikan bahwa ibadah awal minggu membantu jajaran kembali mengingat dasar utama dalam menjalankan pekerjaan dan pelayanan.
“Kita diingatkan bahwa dalam setiap pekerjaan dan pelayanan, kita harus tetap melekat kepada Tuhan. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai sumber kekuatan, kita akan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan buah yang baik,” tutur Hesti.
Menurut Hesti, pekerjaan di lingkungan Kementerian Agama tidak terlepas dari pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, sikap batin dan cara menjalankan tugas perlu terus dijaga agar pekerjaan dilakukan dengan tanggung jawab, sukacita, dan integritas.
“Jangan sampai kesibukan membuat kita berjalan hanya dengan kekuatan sendiri. Awali pekerjaan dengan doa, lakukan dengan sungguh-sungguh, dan serahkan hasilnya kepada Tuhan,” tambahnya.
Ibadah rutin awal minggu tersebut menjadi bekal rohani bagi jajaran Bimas Kristen sebelum menjalankan tugas masing-masing.
Pesan yang dibawa sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan kerja: berdoa sebelum bekerja, mengandalkan Tuhan dalam menjalankan tugas, dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.