Buntok (Humas) – Kabut asap yang masih pekat di Kabupaten Barito Selatan membuat kegiatan belajar madrasah kembali harus menyesuaikan kondisi lapangan. Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Mahmudin, mendorong perpanjangan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik tanpa menghentikan proses pembelajaran.
Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Barsel, Zakirurahman, bersama kepala madrasah negeri dan pengawas di lingkungan Kemenag Barsel. Pertemuan juga membahas persiapan kunjungan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah, H. Taufikurrahman.
Mahmudin menyampaikan bahwa kondisi kabut asap yang masih pekat menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Menurutnya, keselamatan peserta didik harus tetap menjadi perhatian ketika kondisi udara belum mendukung pembelajaran tatap muka.
“Situasi kabut asap masih cukup pekat. Demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, forum sepakat untuk memperpanjang pelaksanaan Belajar Dari Rumah,” ujar Mahmudin.
Meski pembelajaran dilakukan dari rumah, Mahmudin meminta madrasah tetap memastikan siswa mendapatkan layanan pendidikan. Kepala madrasah dan guru perlu memantau pelaksanaan BDR serta menjaga komunikasi dengan siswa dan orang tua agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“BDR bukan berarti pembelajaran berhenti. Guru tetap perlu memberikan layanan kepada siswa dan melihat kondisi mereka. Jangan sampai tugas yang diberikan justru menjadi beban bagi anak-anak dalam situasi seperti sekarang,” katanya.
Sementara itu, Kasi Pendis Kemenag Barsel, Zakirurahman, meminta seluruh kepala madrasah mengatur pelaksanaan BDR secara efektif dan menyesuaikannya dengan kondisi peserta didik. Ia mengingatkan agar guru tetap kreatif dalam menyampaikan materi tanpa memberikan beban tugas yang berlebihan.
“Pastikan proses BDR tetap berjalan efektif dan kreatif, tetapi jangan sampai membebani siswa dengan tugas yang berlebihan. Kondisi anak-anak juga harus menjadi perhatian,” ujar Zakirurahman.
Selain membahas BDR, Zakirurahman bersama para kepala madrasah dan pengawas juga mematangkan persiapan kunjungan Kabid Penmad Kanwil Kemenag Kalteng, H. Taufikurrahman. Kunjungan tersebut diagendakan untuk memberikan pembinaan langsung kepada kepala madrasah di Kabupaten Barito Selatan.
“Persiapan kunjungan Kabid Penmad juga perlu kita siapkan dengan baik. Materi yang akan disampaikan dan kondisi madrasah harus dapat kita laporkan secara jelas, sehingga pembinaan nantinya bisa menjadi bahan perbaikan bagi madrasah,” tuturnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala MAN Barito Selatan Hj. Siti Noor Aisyah, Kepala MTsN Barito Selatan H. Ahmad Fahmie, Kepala MIN 1 Barito Selatan Akhmad, Ketua Pokjawas Kemenag Barsel Mahmudin, serta Pengawas Madrasah Nor Atikah.
Persiapan kunjungan Kabid Penmad meliputi kesiapan akomodasi, materi laporan, dan susunan agenda pembinaan. Di tengah kondisi kabut asap, Kemenag Barsel meminta madrasah tetap menjaga layanan pendidikan sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk belajar dengan aman dari rumah.