Buntok (Humas) Penyelenggara Zakat dan Wakaf (PZW) terus melakukan jemput bola untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait pentingnya berbagi. Tak hanya terpaku pada tugas dan fungsi (tusi) administratif di belakang meja, jajaran PZW kini makin aktif turun ke masyarakat sebagai pendakwah.
Hal ini terlihat nyata dalam gelaran majelis taklim rutin mingguan yang diselenggarakan di Masjid Besar Al Munawwarah pada Jumat (31/7/2026). Di sela-sela kajian rutin tersebut, PZW hadir memberikan edukasi mendalam mengenai Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).
Kehadiran PZW sebagai pengisi materi dakwah ini menjadi warna tersendiri. Penyelenggara Zakat dan Wakaf, H. Muhammad Sibawaihi, yang bertindak langsung sebagai narasumber, mengajak para jemaah untuk merefleksikan kembali makna berbagi. Ia meluruskan pemahaman masyarakat terkait perbedaan infak dan sedekah yang selama ini kerap dianggap sama.
Dalam tausiahnya, H. Muhammad Sibawaihi menjelaskan bahwa sedekah memiliki dimensi yang sangat luas dan inklusif bagi siapa saja, terlepas dari kondisi finansialnya.
"Sedekah digambarkan secara luas mencakup pemberian harta maupun non-harta. Jadi, menyumbangkan tenaga atau bahkan sekadar memberikan senyuman kepada sesama itu sudah termasuk sedekah yang bernilai sunnah," jelas H. Muhammad Sibawaihi di hadapan para jemaah Masjid Besar Al Munawwarah.
Lebih lanjut, ia membedakan konsep sedekah tersebut dengan infak. "Sementara itu, infak difokuskan pada pengeluaran bentuk harta di luar zakat wajib, yang mana tujuannya adalah untuk kemaslahatan umat," paparnya.
Pendekatan dakwah yang membumi dari PZW ini rupanya memberikan kesan mendalam. Pemaparan tersebut tidak hanya membuka wawasan jemaah, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran internal PZW sendiri.
Staf PZW, H. Hapiji, yang turut hadir dalam majelis tersebut mengaku sangat tergugah dengan materi yang disampaikan. Menurutnya, penjelasan tersebut menyadarkan banyak pihak bahwa beramal baik tidak selalu harus menunggu kaya.
"Berkat mendengar ceramah Ustaz Sibawaihi tadi, berarti selama ini sebenarnya banyak orang yang sudah bersedekah non-harta atau non-materi. Semoga saya pribadi juga termasuk ke dalam golongan orang yang sering bersedekah," ungkap H. Hapiji.
Langkah proaktif PZW menjadikan majelis taklim sebagai wadah edukasi ini dinilai sebagai strategi dakwah yang efektif. Selain menjalankan tusi resminya sebagai pengelola dana umat, peran ganda sebagai pendakwah di tengah masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ZISWAF, sekaligus memperkuat ikatan silaturahmi antara lembaga dan warga.