Buntok (Humas) – Kesiapan ujian akademik tak cukup hanya dengan menyiapkan soal. Data peserta, jaringan internet, dan sistem ujian juga harus siap sebelum hari pelaksanaan. Karena itu, Operator TKA Helpdesk (HD) Kabupaten Barito Selatan, Yusuf Ramadhani Habibie, mengikuti rapat koordinasi nasional secara daring untuk memastikan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026 berjalan sesuai arahan pusat.Senin,(7/9/2026).
Rakor melalui Zoom Meeting tersebut membahas persiapan asesmen untuk jenjang SMA, MA, SMALB, SMK, MAK, Paket C, hingga PKPPS Ulya dan sederajat. Bagi satuan pendidikan keagamaan, pembahasan ini menjadi rujukan untuk menyiapkan pelaksanaan TKA di madrasah dan lembaga pendidikan yang berada dalam cakupan layanan Kementerian Agama.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik), Rahmawati, menyampaikan materi kebijakan dan arah strategis asesmen. Sementara itu, Suryo Atmojo dari Pusmendik membahas panduan teknis dan operasional pelaksanaan TKA.
Pembahasan tersebut menjadi dasar bagi operator di daerah untuk memahami ketentuan pelaksanaan, termasuk hal-hal yang perlu disiapkan oleh satuan pendidikan sebelum asesmen berlangsung.
Selain substansi ujian, rakor membahas kesiapan infrastruktur digital dan integrasi data. Habib Adi Nursami dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) memaparkan materi terkait sistem data dan jaringan.
Dari Kementerian Agama, M. Rizki memberikan pengarahan teknis bagi satuan pendidikan keagamaan, termasuk Madrasah Aliyah (MA) dan PKPPS Ulya. Pembahasan ini penting agar persiapan TKA di lingkungan madrasah dapat mengikuti ketentuan yang berlaku dan terhubung dengan sistem asesmen yang digunakan.
Usai mengikuti rakor, Habibie menyampaikan bahwa arahan dari pusat menjadi bekal untuk menindaklanjuti persiapan TKA dan AN di Kabupaten Barito Selatan.
“Kami akan menindaklanjuti arahan yang disampaikan dalam rakor ini agar persiapan TKA dan AN di Barito Selatan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Kesiapan data, sistem, dan koordinasi dengan satuan pendidikan menjadi bagian yang perlu diperhatikan sejak awal,” ujar Yusuf. Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul saat pelaksanaan.
“Dengan adanya penjelasan langsung dari narasumber pusat, kami memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai persiapan yang harus dilakukan. Harapannya, pelaksanaan asesmen di daerah dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan hasil yang baik bagi satuan pendidikan,” tambahnya.
Keikutsertaan Operator TKA HD Kabupaten Barito Selatan dalam rakor ini menjadi bagian dari persiapan layanan asesmen bagi satuan pendidikan di daerah. Informasi teknis lebih lanjut akan menjadi acuan dalam pelaksanaan tahapan berikutnya sesuai ketentuan dan jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.