Buntok (Humas) – Upaya mencegah perundungan dan berbagai persoalan sosial di lingkungan sekolah dimulai dari pembentukan karakter sejak usia dini. Hal itu menjadi pesan utama dalam penyuluhan keagamaan yang digelar Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan di SDN 10 Buntok, Rabu (22/7/2026), sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama dan penguatan Early Warning System (EWS).
Penyuluhan disampaikan oleh Delita Wati Manullang, S.Th dengan mengangkat tema "Didiklah Anak di Jalan yang Benar" berdasarkan Amsal 22:6. Melalui materi tersebut, para siswa diajak membangun karakter Kristiani dengan membiasakan hidup jujur, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang tua dan guru, saling mengasihi, serta menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.
"Karakter yang baik harus dibentuk sejak anak-anak. Ketika mereka terbiasa hidup jujur, disiplin, saling menghargai, dan mengasihi sesama, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang membawa damai bagi lingkungannya," ujar Delita.
Menurut Delita, pendidikan karakter menjadi langkah nyata untuk mencegah munculnya berbagai persoalan sosial di sekolah. Nilai-nilai Kristiani yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
"Mencegah selalu lebih baik daripada memperbaiki. Karena itu, penanaman nilai-nilai iman dan kasih menjadi bagian penting dalam membangun sekolah yang bebas dari bullying dan perilaku menyimpang lainnya," katanya.
Guru Pendidikan Agama Kristen SDN 10 Buntok, Ariena, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberi penguatan bagi sekolah dalam membina karakter peserta didik melalui pendekatan keagamaan.
"Penyuluhan ini membantu sekolah membentuk karakter peserta didik. Nilai-nilai yang disampaikan selaras dengan pembiasaan yang terus kami bangun di lingkungan sekolah," ujar Ariena.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar peserta didik memperoleh pendampingan yang berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
"Melalui pendidikan keagamaan yang humanis dan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua peserta didik, kami berharap perilaku menyimpang dapat dicegah sejak dini sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia," tambahnya.
Kegiatan diawali dengan pujian yang dipimpin oleh Yemima Pisi, S.Th dan berlangsung dengan pendampingan guru Pendidikan Agama Kristen. Selama penyuluhan, para siswa mengikuti materi secara antusias serta diajak berdialog mengenai pentingnya membangun karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan terus mendukung pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter, cinta kemanusiaan, serta pencegahan dini terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan pendidikan.
Harapannya, nilai-nilai yang ditanamkan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat.