Buntok (Humas)- Kementerian Agama Barito Selatan bergerak ekstra cepat menjalankan instruksi Menteri Agama. Kurang dari satu jam usai Breakfast Meeting pada Selasa (4/8/2026) pagi, titah untuk memandirikan umat lewat zakat dan wakaf langsung diaplikasi di lapangan.
Pesan dari pusat sangat jelas: umat Islam harus kuat secara finansial. Target utamanya agar berbagai gelaran keagamaan ke depan bisa mandiri dan tidak melulu bertumpu pada kucuran dana APBN maupun APBD.
Tanpa buang waktu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Barsel, H. Muhammad Sibawaihi tak menyia-nyiakan pertemuannya dengan tokoh agama sekaligus sesepuh muslim Buntok, H. Huri (82). Kepada pendiri Hotel Berkat Do`a itu, Sibawaihi langsung meminta petuah dan meracik cara jitu agar warga makin yakin menyalurkan zakat lewat lembaga resmi.
Di hadapan Sibawaihi, H. Huri memberikan wejangan tajam tentang bagaimana merebut kepercayaan publik. Kunci utamanya ada pada tata kelola pengurus lembaga.
"Dana itu harus tercatat, terukur, dan diaudit dengan jelas," pesan H. Huri kepada tim dari Kemenag Barsel.
Tokoh sepuh ini juga mengingatkan hal penting lainnya terkait penyaluran dana. Menurutnya, bantuan wajib mendarat di tangan yang benar-benar membutuhkan alias tepat sasaran. Pembagiannya harus berpedoman pada peta kebutuhan umat di lapangan yang valid.
Ia berpesan keras agar penyaluran dana umat tidak dibagikan hanya berdasar kedekatan personal atau sekadar kenal dengan pengurusnya. Nasihat ini langsung dicatat penuh oleh tim Zawa Kemenag Barsel sebagai pedoman dasar menjalankan amanah umat ke depan.