Buntok (Humas) – Setiap anak perlu tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya berharga, dikasihi, dan memiliki tempat yang baik di tengah keluarga maupun lingkungan. Pesan itu dibawa Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan saat memberikan penyuluhan keagamaan kepada peserta didik SDN 03 Buntok, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Asta Protas Kementerian Agama sekaligus pembinaan karakter anak melalui penguatan nilai-nilai Early Warning System (EWS) sejak usia dini.
Penyuluhan diawali dengan pujian dan doa yang dipimpin Delita Wati Manullang. Suasana ibadah yang hangat dan penuh sukacita membuat para peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias.
Penyuluh Agama Kristen Kemenag Barsel, Yemima Pisi, mengangkat tema “Aku Berharga di Mata Tuhan” berdasarkan Injil Markus 10:13–16. Melalui kisah Yesus yang menerima dan memberkati anak-anak, ia mengajak peserta didik memahami bahwa setiap anak memiliki nilai yang berharga di hadapan Tuhan.
“Setiap anak dikasihi Tuhan tanpa memandang latar belakangnya. Karena itu, anak-anak harus percaya bahwa dirinya berharga dan tidak perlu merasa rendah atau takut menjadi diri sendiri,” ujar Yemima.
Menurutnya, anak-anak juga perlu dibimbing untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus serta membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketika anak memahami bahwa dirinya dikasihi Tuhan, ia akan belajar menghargai dirinya sendiri dan memperlakukan orang lain dengan kasih,” katanya.
Kegiatan tersebut turut didampingi Guru Pendidikan Agama Kristen SDN 03 Buntok, Ariena. Ia menyambut baik kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Barsel yang ikut mendukung pembinaan karakter peserta didik di sekolah.
“Kegiatan seperti ini membantu anak-anak memahami nilai iman melalui bahasa yang dekat dengan kehidupan mereka. Apa yang dipelajari tidak hanya untuk diketahui, tetapi juga diterapkan dalam pergaulan sehari-hari,” tutur Ariena.
Ia berharap pembinaan keagamaan dapat terus dilakukan agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak baik, serta mampu menghargai perbedaan.
“Anak-anak perlu dibiasakan untuk saling menghormati, hidup rukun, dan membawa kasih dalam lingkungan sekolah maupun di rumah,” tambahnya.
Melalui penyuluhan tersebut, peserta didik diharapkan semakin menyadari bahwa mereka adalah pribadi yang berharga di mata Tuhan, bertumbuh dalam iman, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pembinaan sejak dini juga diharapkan dapat membantu membentuk generasi yang membawa damai, kasih, dan pengharapan bagi keluarga, sekolah, serta lingkungan sekitarnya.