Buntok (Humas) — Kemudahan layanan digital perlu diimbangi dengan kemauan belajar dan saling membantu. Pesan itu disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Hesti Rayani, saat menjadi pembina apel Kamis pagi di halaman Kantor Kemenag Barsel, Kamis (6/8/2026).
Dalam amanatnya, Hesti mengajak seluruh pegawai untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terutama setelah Kemenag Barsel memiliki Portal Mandiri yang memudahkan pengisian Laporan Kinerja Harian (LKH).
Menurutnya, kehadiran sistem baru memang memberi kemudahan dalam pelaksanaan tugas. Namun, sebagian pegawai masih memerlukan pendampingan agar dapat menggunakan layanan tersebut dengan baik.
“Zaman digital semakin mempermudah kita dalam melakukan pekerjaan. Sekarang Kemenag Barito Selatan sudah memiliki Portal Mandiri yang dapat membantu pegawai dalam pengisian LKH,” ujar Hesti.
Ia meminta pegawai yang belum memahami penggunaan portal tidak ragu untuk bertanya dan meminta bantuan. Hesti juga mengajak pegawai yang sudah menguasai sistem untuk membantu rekan kerja agar tidak ada yang tertinggal dalam proses digitalisasi layanan.
“Kalau masih belum paham, silakan bertanya dan meminta bantuan kepada Tim Humas atau kepada pegawai yang lebih mengerti. Kita saling membantu agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Selain penggunaan Portal Mandiri, Hesti mengingatkan pentingnya memeriksa kehadiran melalui aplikasi Pusaka secara rutin. Ia meminta para operator turut mengingatkan guru dan pegawai di satuan pendidikan agar tidak lalai melakukan pengecekan, terutama menjelang akhir bulan.
“Mohon Pusaka dicek secara rutin. Para operator juga diharapkan dapat mengingatkan guru-guru di sekolah agar segera melakukan pengecekan. Jangan sampai lalai melakukan kroscek absensi karena dapat berdampak pada hak pegawai itu sendiri,” tuturnya.
Dalam bagian lain amanatnya, Hesti mengajak seluruh peserta apel untuk mengisi hati dan pikiran dengan hal-hal baik. Menurutnya, kebaikan yang dijaga setiap hari akan tercermin dalam sikap, cara bekerja, serta hubungan dengan orang lain.
“Isi hati kita setiap hari dengan hal yang baik. Jika hati kita dipenuhi kebaikan, keseharian kita juga akan membawa kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain,” ucapnya.
Hesti kemudian menyampaikan perumpamaan sederhana tentang lingkungan pergaulan. Ia mengibaratkan seseorang yang masuk ke toko parfum akan membawa aroma harum, sedangkan seseorang yang berada di pasar ikan dapat terkena bau amis dari lingkungan sekitarnya.
“Kalau kita masuk ke toko parfum, biasanya kita ikut berbau harum. Namun, ketika berada di pasar ikan, kadang kita bisa terkena cipratan yang membuat tubuh berbau amis. Karena itu, hiduplah dan bergaullah dengan kebaikan agar kita juga dapat menjadi pribadi yang baik bagi orang lain,” pesannya.
Apel Kamis pagi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pegawai Kemenag Barsel untuk terus belajar menghadapi perubahan digital, menjaga ketertiban administrasi kepegawaian, serta membangun kebiasaan baik dalam kehidupan dan lingkungan kerja.