Buntok (Humas) – Persoalan hidup tidak selalu berarti seseorang sedang ditinggalkan Tuhan. Cara memandang masalah justru dapat menentukan bagaimana seseorang bangkit dan menjalani kehidupan berikutnya.
Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan (Kemenag Barsel), Eko Wahyudi, saat memberikan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan di Rutan Buntok, Rabu (26/8/2026). Penyuluhan mengangkat tema “Pandangan Hidup” dengan judul “Hidup Menurut Perspektif Allah”.
Mengacu pada Firman Tuhan Roma 12:2, Eko mengajak peserta membangun cara pandang yang benar dalam menghadapi berbagai persoalan. Ia meminta warga binaan tidak mudah menyerah ketika berhadapan dengan keadaan yang sulit.
“Jangan mudah menyerah ketika menghadapi masalah. Kita perlu belajar melihat setiap keadaan bukan hanya dari apa yang terlihat, tetapi dari perspektif Allah,” kata Eko.
Menurut Eko, persoalan yang dihadapi seseorang tidak selalu menjadi tanda bahwa Tuhan meninggalkannya. Setiap proses kehidupan dapat menjadi ruang untuk belajar, memperbaiki diri dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.
“Tidak semua persoalan berarti Tuhan meninggalkan kita. Bisa jadi, melalui proses itu kita sedang belajar, bertumbuh dan semakin mengandalkan Tuhan,” ujarnya.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari pihak Rutan Buntok. Petugas Rutan Buntok, Fais, mengapresiasi penyuluhan yang dinilai memberikan penguatan rohani bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan penguatan rohani bagi warga binaan. Kami berharap penyuluhan terus dilakukan agar dapat memotivasi mereka untuk membangun pola pikir dan kehidupan yang lebih baik,” kata Fais.
Bagi warga binaan, penguatan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan dan mempersiapkan diri setelah kembali ke tengah masyarakat. Cara berpikir yang lebih baik diharapkan dapat membantu mereka mengambil keputusan yang lebih positif.
Kegiatan diawali dengan pujian yang dipimpin Yemima Pisi, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Eko Wahyudi serta doa-doa yang dipimpin Delita Wati Manullang. Pelaksanaan kegiatan didampingi petugas Rutan Buntok dan berlangsung tertib.
Melalui penyuluhan tersebut, warga binaan diajak membangun pandangan hidup yang berpusat kepada Tuhan, dengan tetap memiliki iman, pengharapan dan keyakinan bahwa setiap kehidupan memiliki jalan serta rancangan