Buntok (Humas) Perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dimulai ketika seseorang berani mengakui kekurangan dalam dirinya. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Barito Selatan, Miyah, saat memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan di Rutan Kelas IIB Buntok, Senin (22/6/2026).
Dalam dharmawacana yang mengangkat Bhagavadgita XVI Sloka 1, Miyah mengajak peserta memahami pentingnya introspeksi diri dengan mengenali sifat-sifat mulia sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
"Kitab suci mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Dengan mengenali sifat-sifat mulia, kita dapat meninggalkan kebiasaan yang merugikan dan mulai membangun perilaku yang lebih positif," ujarnya.
Menurut Miyah, langkah pertama untuk berubah bukanlah menyalahkan keadaan atau orang lain, melainkan berani melihat dan mengakui kekurangan diri sendiri. Dari kesadaran tersebut, seseorang akan lebih mudah membangun karakter yang lebih baik.
"Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memperbaiki kesalahan, dan menumbuhkan karakter yang lebih baik dari hari ke hari," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa ajaran dalam Bhagavadgita tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, petugas Rutan Kelas IIB Buntok, Akbar, menilai pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter warga binaan.
"Kegiatan seperti ini membantu warga binaan memiliki ruang untuk merenung dan memperkuat nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Menurut Akbar, pembinaan spiritual tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku yang lebih positif.
"Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal mental dan spiritual yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat," tambahnya.
Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Penyuluh Agama Hindu Nurhati, kemudian dilanjutkan dengan dharmawacana dan sesi pembinaan yang berlangsung khidmat serta interaktif. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Penyuluh Hindu: Perubahan Dimulai saat Seseorang Mau Mengakui Kekurangan Diri
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Informasi pengelola publikasi.
Rating pembaca
0 rating masuk.
0.0
0 rating masuk
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda?
Komentar Pembaca
Tanggapan berita
Belum ada komentar yang tampil.
Ringkasan
Info cepat berita.
- Tanggal
- 23 Jun 2026
- Kategori
- KUA & Penyuluh
- Durasi
- 2 menit
Berita lainnya
Publikasi terbaru yang bisa dibaca berikutnya.
Pidato di Assisi, Gagasan Diplomasi Agama Menag Raih Didukung Pemimpin Agama Dunia
30 Okt 2026
Hasil Kunjungan Menag dari Italia, Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama
30 Okt 2026
Persiapan Dimatangkan, Kepanitiaan Dibentuk: Kemenag Barsel Siapkan Peringatan HGN dan HUT PGRI ke-81
30 Okt 2026
Jelang Purnatugas, Pengawas Katolik Yuberto Berpamitan: Terima Kasih atas Kebersamaan Selama Ini
30 Okt 2026
Berita terkait
Bacaan yang masih satu konteks.
Zoom Bersama Ditjen Bimas Hindu, Kemenag Barsel Bakal Kawal Proses Izin Operasional Pasraman
Buntok (Humas) Legalitas menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengikuti visitasi izin operasional Pasraman Nonforma...
Cegah Perkawinan Anak Sejak Dini, Kepala KUA Karau Kuala Teken Nota Kesepahaman
Bangkuang (Humas) – Pencegahan perkawinan anak tidak cukup hanya dengan memahami batas usia perkawinan. Kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, dan tanggung jawab juga perlu dipahami agar anak tidak memasuki ke...
Bersihkan Batin, Perbaiki Diri: Pesan Nurhati untuk Warga Binaan Rutan Buntok
Buntok (Humas) – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Nurhati, mengajak warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok untuk membersihkan batin melalui pengendalian pikir...
Publikasi
Kirim bahan berita kegiatan Anda
Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.
Kirim berita
Penyuluh Hindu: Perubahan Dimulai saat Seseorang Mau Mengakui Kekurangan Diri
Penyuluh Hindu: Perubahan Dimulai saat Seseorang Mau Mengakui Kekurangan Diri
Buntok (Humas) Perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dimulai ketika seseorang berani mengakui kekurangan dalam dirinya. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Barito Selatan, Miyah, saat memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan di Rutan Kelas IIB Buntok, Senin (22/6/2026).
Dalam dharmawacana yang mengangkat Bhagavadgita XVI Sloka 1, Miyah mengajak peserta memahami pentingnya introspeksi diri dengan mengenali sifat-sifat mulia sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
"Kitab suci mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Dengan mengenali sifat-sifat mulia, kita dapat meninggalkan kebiasaan yang merugikan dan mulai membangun perilaku yang lebih positif," ujarnya.
Menurut Miyah, langkah pertama untuk berubah bukanlah menyalahkan keadaan atau orang lain, melainkan berani melihat dan mengakui kekurangan diri sendiri. Dari kesadaran tersebut, seseorang akan lebih mudah membangun karakter yang lebih baik.
"Masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, memperbaiki kesalahan, dan menumbuhkan karakter yang lebih baik dari hari ke hari," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa ajaran dalam Bhagavadgita tetap relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, petugas Rutan Kelas IIB Buntok, Akbar, menilai pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter warga binaan.
"Kegiatan seperti ini membantu warga binaan memiliki ruang untuk merenung dan memperkuat nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Menurut Akbar, pembinaan spiritual tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku yang lebih positif.
"Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal mental dan spiritual yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat," tambahnya.
Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Penyuluh Agama Hindu Nurhati, kemudian dilanjutkan dengan dharmawacana dan sesi pembinaan yang berlangsung khidmat serta interaktif. Para warga binaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Akses lebih cepat
Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP
Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.
Redaksi
Reaksi Cepat
Apa kesan Anda setelah membaca?
Komentar Pembaca
Tanggapan untuk berita ini
Berita Terkait
Baca kabar lainnya
29 Okt 2026
Zoom Bersama Ditjen Bimas Hindu, Kemenag Barsel Bakal Kawal Proses Izin Operasional Pasraman
Buntok (Humas) Legalitas menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengikuti visitasi izin operasional Pasraman Nonforma...
27 Okt 2026
Cegah Perkawinan Anak Sejak Dini, Kepala KUA Karau Kuala Teken Nota Kesepahaman
Bangkuang (Humas) – Pencegahan perkawinan anak tidak cukup hanya dengan memahami batas usia perkawinan. Kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, dan tanggung jawab juga perlu dipahami agar anak tidak memasuki ke...
27 Okt 2026
Bersihkan Batin, Perbaiki Diri: Pesan Nurhati untuk Warga Binaan Rutan Buntok
Buntok (Humas) – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Nurhati, mengajak warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok untuk membersihkan batin melalui pengendalian pikir...