Buntok (Humas) – Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Zakirurahman, turun langsung memantau pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di empat madrasah, yakni MIS Asy-Syafi'iyah dan MTsS Al-Qadar di Desa Jelapat, serta MIS Shiratul Jannah dan MTsS Mujahidin di Desa Baru, Rabu (15/7/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kegiatan pengenalan lingkungan madrasah berlangsung secara edukatif, aman, dan ramah bagi peserta didik baru.
Kehadiran Zakirurahman disambut positif oleh jajaran madrasah. Ia menilai pelaksanaan MATAMUDA di setiap satuan pendidikan berjalan tertib dan lancar sejak hari pertama.
“Saya mengapresiasi seluruh madrasah yang telah melaksanakan MATAMUDA dengan baik dan lancar. Kehadiran kami untuk memastikan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik baru,” ujar Zakirurahman.
Ia berharap masa pengenalan madrasah menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi siswa baru sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap madrasah sebagai tempat belajar sekaligus membangun karakter.
“Kami ingin anak-anak yang baru merasa bangga menjadi bagian dari madrasah. Dari situ mereka mulai menuntut ilmu, membangun akhlak, dan mengembangkan potensi diri,” lanjutnya.
Di MIS Asy-Syafi'iyah, Kepala Madrasah Hj. Saidah mengatakan MATAMUDA tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai khas madrasah, tata tertib, serta budaya saling menghormati sejak hari pertama.
“Anak-anak kami perkenalkan dengan nilai-nilai khas madrasah dan tata tertib lingkungan sekolah agar mereka cepat beradaptasi dan merasa nyaman,” katanya.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan yang disusun agar peserta didik baru dapat mengikuti proses adaptasi secara menyenangkan tanpa tekanan maupun praktik yang mengarah pada perundungan.
“Proses adaptasi kami laksanakan secara edukatif, aman, ramah anak, sehingga potensi terjadinya perundungan dapat dihindarkan sejak awal,” ujar Hj. Saidah.
Sementara itu, Kepala MTsS Mujahidin, Hery Redianor, menilai MATAMUDA juga menjadi sarana bagi madrasah untuk mengenali karakter peserta didik baru sejak dini.
“Melalui kegiatan MATAMUDA, kami dapat memetakan talenta serta mengenali bakat dan potensi peserta didik baru sebagai dasar pelatihan ke depan,” ungkap Hery.
Pemantauan yang dilakukan Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barito Selatan diharapkan mampu menjaga pelaksanaan MATAMUDA tetap berjalan sesuai tujuan, yakni menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, sekaligus membangun kebanggaan peserta didik terhadap madrasah sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan pendidikan.