Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Menembus Dinding Rutan Buntok: Kala Kitab Bhagavad Gita Jadi Kompas Jiwa Warga Binaan

Barsel Hari Ini 15 Sep 2026 2 menit baca 40
Menembus Dinding Rutan Buntok: Kala Kitab Bhagavad Gita Jadi Kompas Jiwa Warga Binaan
Foto utama: Menembus Dinding Rutan Buntok: Kala Kitab Bhagavad Gita Jadi Kompas Jiwa Warga Binaan
Dengar Berita Siap diputar

BUNTOK – Dinding tebal Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Buntok tak menjadi penghalang bagi warga binaan untuk membenahi jernihnya pikiran. Melalui bimbingan spiritual yang intensif, Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mendampingi para penghuni rutan agar tetap memiliki kompas moral selama menjalani masa pembinaan.  

Penyuluh Agama Hindu (PAH) Kemenag Barsel, Nurhati, mendatangi Rutan Kelas IIB Buntok untuk membawakan renungan mendalam dari Kitab Suci Bhagavad Gita. Fokus Bimbingan Iman kali ini membedah konsep Moha atau kondisi ketika pikiran seseorang kehilangan kejernihannya akibat keterikatan duniawi. 

"Jangan biarkan keterikatan membutakan pikiran. Kendalikan diri, dan lihatlah kehidupan selalu dengan pijakan Dharma," ujar Nurhati di hadapan para warga binaan. 

Nurhati mengajak warga binaan untuk menjadikan masa di dalam rutan sebagai ruang kontemplasi, bukan tempat meratapi kesalahan masa lalu. Menurutnya, kejernihan berpikir merupakan kunci utama agar seseorang tidak mengulangi kekhilafan yang sama di kemudian hari. 

"Ketika seseorang mampu menguasai pikirannya sendiri, di situlah kedamaian sejati dimulai, di mana pun ia berada," kata Nurhati. 

Sementara itu, Operator Layanan Operasional Kemenag Barsel, Jumrani, memimpin jalannya ibadah singkat dengan pendekatan yang lebih personal. Ia mendorong para warga binaan untuk membangun kebiasaan spiritual harian sebagai benteng mental selama berada di lembaga pemasyarakatan. 

"Ibadah bukan sekadar rutinitas formal, melainkan kebutuhan jiwa agar kita tidak merasa sendiri saat menghadapi ujian hidup," tutur Jumrani. 

Jumrani menambahkan bahwa pendampingan agama akan terus berjalan secara berkala sebagai bentuk pelayanan hak beribadah bagi seluruh warga binaan tanpa diskriminasi.

"Kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapat hak spiritual yang sama untuk memperbaiki kualitas diri mereka," ucap Jumrani. 

Sesi bimbingan spiritual yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh warga binaan beragama Hindu berinisial R.H dan T, dengan pengawalan ketat dari petugas Rutan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Kehadiran petugas memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib sekaligus hangat. 

Langkah nyata Kemenag Barsel ini membuktikan bahwa pembinaan mental di lembaga pemasyarakatan membutuhkan sentuhan humanis. Lewat ajaran agama yang menyejukkan, para warga binaan diharapkan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih bijaksana.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
15 Sep 2026
Kategori
Barsel Hari Ini
Durasi
2 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.