Buntok (Humas) – Peringatan 10 Muharram di Kecamatan Dusun Selatan diisi dengan penyaluran santunan kepada puluhan anak yatim. Kegiatan yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dusun Selatan itu menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan.
Kepala KUA Kecamatan Dusun Selatan, Suzukhrufiannor, mengatakan 10 Muharram yang dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim menjadi waktu yang tepat untuk menguatkan budaya berbagi kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
"Lebaran Anak Yatim bukan hanya tradisi, tetapi ajakan untuk menghadirkan kepedulian yang nyata kepada anak-anak yatim di sekitar kita," ujarnya.
Menurutnya, anak yatim merupakan bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, keterlibatan banyak pihak menjadi penting agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak penerima.
"Kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa membantu anak yatim bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi tanggung jawab bersama," katanya.
Ia menilai nilai utama dari kegiatan tersebut bukan terletak pada jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan pada pesan kebersamaan yang ingin dibangun di tengah masyarakat.
"Yang ingin kita hadirkan adalah rasa peduli. Ketika masyarakat bergerak bersama, manfaatnya akan jauh lebih besar bagi anak-anak yatim," tuturnya.
Suzukhrufiannor berharap semangat berbagi yang muncul pada 10 Muharram dapat terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya hadir pada momentum tertentu.
"Semoga kegiatan ini menjadi penggerak bagi lebih banyak orang untuk berbagi dan memberi perhatian kepada anak-anak yatim kapan pun dibutuhkan," demikian pungkas Suzukhrufiannor.