Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Lawan Karhutla Lewat Mimbar: Kemenag Barsel Serukan 'Ekoteologi Islam' di Musim Kemarau Ekstrem

Zakat & Wakaf 23 Jul 2026 3 menit baca 46
Lawan Karhutla Lewat Mimbar: Kemenag Barsel Serukan 'Ekoteologi Islam' di Musim Kemarau Ekstrem
Foto utama: Lawan Karhutla Lewat Mimbar: Kemenag Barsel Serukan 'Ekoteologi Islam' di Musim Kemarau Ekstrem
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Merespons datangnya musim kemarau yang kian ekstrem, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Selatan mengambil langkah strategis yang inovatif. 

Melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kemenag Barsel resmi menyusun dan menerbitkan surat edaran naskah khutbah Jumat berpendekatan ekoteologi Islam dengan tajuk "Menjaga Amanah, Merawat Semesta: Pesan Ekoteologi Islam di Musim Kemarau" pada hari Kamis (23/7/2026).

Penyusunan dan penerbitan naskah ini dipusatkan di Ruang Kerja Penyelenggara Zakat dan Wakaf, sebagai bentuk respons cepat instansi keagamaan dalam memitigasi bencana lingkungan melalui sentuhan spiritual.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Hairil Saleh Al Zainudin, saat ditemui di ruangannya dalam proses pemantapan isi naskah bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf, menegaskan pentingnya kehadiran naskah khutbah ini di tengah masyarakat.

"Saat ini wilayah kita, Kabupaten Barito Selatan, tengah memasuki musim kemarau. Berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau senantiasa membawa potensi kerawanan yang tinggi terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bencana ini tidak hanya merusak ekosistem alam, tetapi juga mendatangkan mudharat yang besar bagi kesehatan, ekonomi, dan tatanan sosial masyarakat luas, sehingga naskah khutbah seperti ini sangat tepat dihadirkan di tengah-tengah masyarakat," tegas H. Hairil Saleh.

Pendekatan ekoteologi Islam dipilih sebagai pengingat bahwa menjaga alam adalah bagian integral dari keimanan. Hal ini selaras dengan pernyataan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, H. Muhammad Sibawaihi, yang menjadi inisiator penyusunan naskah tersebut.

"Agama Islam sangat menjunjung tinggi prinsip Hifz al-Bi'ah (menjaga lingkungan). Oleh karena itu, di antara cara menjaganya adalah dengan mengedukasi masyarakat melalui pendekatan agama di atas mimbar Jumat," ungkap H. Muhammad Sibawaihi.

Langkah preventif berbasis agama ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari jajaran di tingkat kecamatan. Kepala KUA Karau Kuala, Fauzan Muttaqin, yang menerima secara langsung naskah teks khutbah berjudul "Menjaga Amanah, Merawat Semesta: Pesan Ekoteologi Islam di Musim Kemarau", menyatakan kesiapannya untuk segera menggemakan pesan moral tersebut ke seluruh lapisan masyarakat.

"Ini adalah langkah yang tepat di musim kemarau yang bisa kita katakan ekstrem ini. Karena disusun di hari yang tepat juga, yakni mendekati hari Jumat, kami akan segera distribusikan naskah ini ke seluruh Khatib, Tokoh Masyarakat, Penyuluh Agama, maupun Penghulu yang bertugas," ujar Fauzan usai menerima naskah tersebut.

Melalui edaran naskah khutbah ini, diharapkan mimbar-mimbar masjid di seluruh pelosok Barito Selatan tidak hanya menjadi tempat penyampaian pesan ritual ubudiyah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah Karhutla dan melestarikan lingkungan sekitar.

Unduh file Menjaga Amanah, Merawat Semesta Pesan Ekoteologi Islam di Musim Kemarau.pdf

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
23 Jul 2026
Kategori
Zakat & Wakaf
Durasi
3 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.