Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

KUA GBA Kawal Pendaftaran Akun Indonesia untuk Rashdul Qiblat 2026

KUA & Penyuluh 16 Jul 2026 2 menit baca 24
KUA GBA Kawal Pendaftaran Akun Indonesia untuk Rashdul Qiblat 2026
Foto utama: KUA GBA Kawal Pendaftaran Akun Indonesia untuk Rashdul Qiblat 2026
Dengar Berita Siap diputar

Tabak Kanilan (Humas) KUA Gunung Bintang Awai (GBA) bergerak cepat menyasar MTSN dan MA Palu Rejo untuk mendampingi pendaftaran akun Indonesia dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026. 

Langkah ini dilakukan agar pelajar tidak tertinggal dalam agenda nasional yang berkaitan dengan penguatan literasi arah kiblat dan partisipasi publik berbasis data.

Penghulu KUA GBA, Zaini Hadi, turun langsung bersama sejumlah staf KUA Dusun Selatan ke lokasi sekolah. Pendampingan dilakukan agar proses pendaftaran akun berjalan tepat, cepat, dan tidak terkendala teknis di lapangan.

“Sekolah menjadi titik penting karena siswa adalah bagian dari generasi yang cepat beradaptasi dengan sistem digital. Karena itu, kami datang langsung agar pendaftaran akun Indonesia dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026 bisa segera tuntas,” kata Zaini Hadi di sela pendampingan.

Menurut Zaini, keterlibatan pelajar bukan sekadar formalitas administrasi. Ia menyebut, gerakan ini juga membuka ruang edukasi keagamaan yang aplikatif, terutama terkait pemahaman arah kiblat yang benar di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal membuat akun. Ada nilai edukasi di dalamnya. Siswa perlu tahu bahwa pemahaman arah kiblat itu penting, dan mereka bisa ikut menjadi bagian dari gerakan nasional yang manfaatnya langsung terasa,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala KUA Gunung Bintang Awai, H. Maskuni, menyebut pendampingan ke sekolah dilakukan sebagai langkah percepatan agar target partisipasi dari wilayah binaan KUA dapat tercapai lebih efektif.

“Kami tidak menunggu masyarakat datang. Kalau perlu, kami yang datang ke titik-titik yang potensial, termasuk sekolah. Tujuannya jelas, pendaftaran akun jangan sampai lambat dan partisipasi daerah harus kuat,” kata H. Maskuni.

Ia menilai pola jemput bola menjadi cara paling relevan untuk menjawab kendala akses, pemahaman teknis, hingga keterbatasan pendampingan yang kerap terjadi saat pendaftaran dilakukan mandiri.

“Kalau dikerjakan bersama di lapangan, kendala bisa langsung diatasi. Siswa dibimbing, data diperiksa, akun dipastikan aktif. Jadi prosesnya lebih cepat, lebih rapi, dan hasilnya bisa langsung terlihat,” ujarnya.

Pendampingan di MTSN dan MA Palu Rejo ini diharapkan mempercepat capaian pendaftaran akun sekaligus memperluas keterlibatan pelajar dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026. 

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Masuk akun dulu

Komentar dan rating dibatasi bagi pembaca yang sudah masuk akun.

Masuk

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
16 Jul 2026
Kategori
KUA & Penyuluh
Durasi
2 menit

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.