Tabak Kanilan (Humas) KUA Gunung Bintang Awai (GBA) bergerak cepat menyasar MTSN dan MA Palu Rejo untuk mendampingi pendaftaran akun Indonesia dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026.
Langkah ini dilakukan agar pelajar tidak tertinggal dalam agenda nasional yang berkaitan dengan penguatan literasi arah kiblat dan partisipasi publik berbasis data.
Penghulu KUA GBA, Zaini Hadi, turun langsung bersama sejumlah staf KUA Dusun Selatan ke lokasi sekolah. Pendampingan dilakukan agar proses pendaftaran akun berjalan tepat, cepat, dan tidak terkendala teknis di lapangan.
“Sekolah menjadi titik penting karena siswa adalah bagian dari generasi yang cepat beradaptasi dengan sistem digital. Karena itu, kami datang langsung agar pendaftaran akun Indonesia dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026 bisa segera tuntas,” kata Zaini Hadi di sela pendampingan.
Menurut Zaini, keterlibatan pelajar bukan sekadar formalitas administrasi. Ia menyebut, gerakan ini juga membuka ruang edukasi keagamaan yang aplikatif, terutama terkait pemahaman arah kiblat yang benar di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya soal membuat akun. Ada nilai edukasi di dalamnya. Siswa perlu tahu bahwa pemahaman arah kiblat itu penting, dan mereka bisa ikut menjadi bagian dari gerakan nasional yang manfaatnya langsung terasa,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala KUA Gunung Bintang Awai, H. Maskuni, menyebut pendampingan ke sekolah dilakukan sebagai langkah percepatan agar target partisipasi dari wilayah binaan KUA dapat tercapai lebih efektif.
“Kami tidak menunggu masyarakat datang. Kalau perlu, kami yang datang ke titik-titik yang potensial, termasuk sekolah. Tujuannya jelas, pendaftaran akun jangan sampai lambat dan partisipasi daerah harus kuat,” kata H. Maskuni.
Ia menilai pola jemput bola menjadi cara paling relevan untuk menjawab kendala akses, pemahaman teknis, hingga keterbatasan pendampingan yang kerap terjadi saat pendaftaran dilakukan mandiri.
“Kalau dikerjakan bersama di lapangan, kendala bisa langsung diatasi. Siswa dibimbing, data diperiksa, akun dipastikan aktif. Jadi prosesnya lebih cepat, lebih rapi, dan hasilnya bisa langsung terlihat,” ujarnya.
Pendampingan di MTSN dan MA Palu Rejo ini diharapkan mempercepat capaian pendaftaran akun sekaligus memperluas keterlibatan pelajar dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Rashdul Qiblat Tahun 2026.