Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Ketua DWP Dorong RA Jadi Ruang Aman, Asy Noorhasyanah: Tempat Anak Tumbuh Tanpa Takut

Umum 09 Sep 2026 4 menit baca 92
Ketua DWP Dorong RA Jadi Ruang Aman, Asy Noorhasyanah: Tempat Anak Tumbuh Tanpa Takut
Foto utama: Ketua DWP Dorong RA Jadi Ruang Aman, Asy Noorhasyanah: Tempat Anak Tumbuh Tanpa Takut
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) – Menciptakan pendidikan yang ramah bagi anak bukan hanya soal bagaimana guru mengajar, tetapi juga bagaimana lingkungan pendidikan membuat setiap anak merasa aman, diterima dan dihargai. Hal inilah yang menjadi perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan melalui Pelatihan Berkelanjutan Pembelajaran Inklusi Adaptif Usia Dini. 

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Barsel, Rabu (9/9/2026), tersebut diikuti lebih dari 50 peserta. Ketua DWP Kemenag Barsel, Asy Noorhasyanah Hairil Saleh, yang mengikuti kegiatan secara daring, dalam sambutannya mendorong agar pemahaman tentang pembelajaran inklusif tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi diterapkan dalam cara pendidik memperlakukan anak di lingkungan RA.

Menurut Asy Noorhasyanah, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendidik perlu membangun suasana belajar yang membuat anak merasa nyaman untuk belajar, bermain dan mengembangkan kemampuan dirinya. 

“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman. Mereka harus merasa diterima, dihargai dan diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” ujar Asy Noorhasyanah. 

Ia mengatakan, pendekatan terhadap anak usia dini perlu dilakukan dengan penuh perhatian karena pengalaman anak selama berada di lingkungan pendidikan turut membentuk rasa percaya diri dan cara mereka berinteraksi dengan lingkungan. 

“RA ramah anak bukan hanya tentang tempat yang nyaman, tetapi juga tentang bagaimana kita sebagai orang dewasa berbicara, mendampingi dan memperlakukan anak,” katanya. 

Sebelum kegiatan dibuka, Ketua Panitia, Jamilah Ismiradi, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas pemahaman mengenai pembelajaran inklusi adaptif pada usia dini, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. 

Kegiatan kemudian dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Barsel yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Ismiradi. Dalam sambutannya, Ismiradi menyampaikan apresiasi terhadap DWP yang menggelar pelatihan tersebut. Ia menilai pemahaman mengenai pembelajaran inklusif penting bagi pendidik karena setiap anak memiliki kemampuan, karakter dan kebutuhan yang tidak selalu sama. 

Ismiradi juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga anak tidak hanya memperoleh pendidikan, tetapi juga mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk bertumbuh. 

Materi pelatihan kemudian diperkuat oleh Joko Priyono yang membawakan materi “Mewujudkan RA Ramah Anak”. Ia mengajak peserta melihat konsep ramah anak dari hal-hal yang dekat dengan aktivitas pendidik sehari-hari.
Joko menjelaskan, RA ramah anak tidak sebatas menyediakan fasilitas yang baik.

Sikap pendidik dalam berkomunikasi, memberikan perhatian, memahami perbedaan karakter serta merespons kebutuhan anak juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah.

“RA ramah anak itu dimulai dari cara kita memperlakukan anak. Anak perlu merasa aman, didengar dan dihargai ketika berada di lingkungan madrasah,” tutur Joko. 

Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan dan perkembangan setiap anak tidak selalu berada pada tahap yang sama. Perbedaan tersebut perlu dipahami pendidik agar proses pembelajaran tidak justru membuat anak merasa tertinggal atau berbeda dari teman-temannya. 

“Jangan sampai perbedaan anak menjadi alasan untuk membatasi mereka. Kita perlu mencari cara agar setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang,” ujarnya. 

Lebih dari 50 peserta mengikuti pelatihan yang diselenggarakan DWP Kemenag Barsel tersebut. Pembahasan mengenai pembelajaran inklusi adaptif dan RA ramah anak diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk diterapkan dalam pendampingan dan proses pembelajaran anak usia dini. 

Bagi DWP Kemenag Barsel, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa aman, percaya diri dan penghargaan terhadap setiap anak.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Redaksi

Informasi pengelola publikasi.

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
09 Sep 2026
Kategori
Umum
Durasi
4 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.