Buntok (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Karau Kuala menyampaikan Edaran naskah Khutbah Jumat bertema Ekoteologi Islam berjudul "Menjaga Amanah, Merawat Semesta: Pesan Ekoteologi Islam di Musim Kemarau" yang diterbitkan Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan.
Implementasi surat edaran tersebut dilakukan melalui penyampaian khutbah oleh Penyuluh Agama Islam, pegawai KUA Karau Kuala, dan tokoh agama di sejumlah masjid, khususnya di wilayah Kecamatan Karau Kuala.
Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama menghadirkan dakwah yang relevan dengan tantangan kehidupan masyarakat. Melalui pendekatan ekoteologi Islam, umat diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan wujud pengamalan ajaran agama sekaligus bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Di hadapan jemaah, para khatib menyampaikan bahwa musim kemarau tidak hanya menuntut masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Islam mengajarkan agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi, melainkan menjaga keseimbangan alam sebagai amanah dari Allah SWT.
Kepala KUA Karau Kuala, Fauzan Muttaqin , mengatakan interaksi khutbah bertema ekoteologi Islam merupakan bentuk dukungan KUA Karau Kuala terhadap upaya pemerintah dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
“Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui khutbah Jumat diharapkan tidak berhenti pada aspek ibadah mahdhah semata, tetapi juga mendorong lahirnya kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga hutan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta memelihara alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat,” ujar Fauzan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, penyuluh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama saat menghadapi musim kemarau yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Jika pesan-pesan ini terus disampaikan melalui mimbar keagamaan, kami berharap menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Implementasi khutbah bertema ekoteologi Islam di sejumlah masjid di Kecamatan Karau Kuala menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya berbicara mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan alam sebagai ciptaan-Nya. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Selatan.
Melalui gerakan ini, KUA Karau Kuala berharap nilai-nilai keagamaan semakin membumi dalam kehidupan masyarakat. Kepedulian terhadap kelestarian alam diharapkan tumbuh menjadi budaya bersama, sehingga ikhtiar menjaga hutan, mencegah karhutla, dan merawat alam semesta menjadi bagian dari pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.