BUNTOK – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Miyah, mengajak warga binaan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Buntok menjadikan ajaran Catur Purusartha sebagai pedoman memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih bermakna.
Pesan itu disampaikan dalam ibadah singkat dan dharmawacana, Senin (27/7/2026), didampingi Staf Bimas Hindu Jumrani. Kegiatan difasilitasi petugas Rutan, Fais.
Mengawali penyuluhan, Miyah menyampaikan dharmawacana yang bersumber dari Kitab Sarasamuscaya tentang Catur Purusartha, yakni empat tujuan hidup manusia yang meliputi dharma (kebenaran), artha (kesejahteraan), kama (keinginan yang benar), dan moksa (kebebasan rohani).
“Catur Purusartha mengajarkan bahwa kehidupan yang baik dimulai dari menjalankan dharma. Ketika seseorang berpegang pada kebenaran, ia akan lebih mudah memperbaiki diri dan menjalani hidup dengan arah yang benar,” ujar Miyah.
Menurutnya, masa pelatihan di dalam rutan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi sekaligus membangun tekad menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
"Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Jadikan waktu pelatihan ini sebagai langkah awal membentuk karakter yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab," katanya.
Petugas Rutan Kelas IIB Buntok, Fais, menyambut baik pelaksanaan pembinaan keagamaan yang rutin diberikan kepada warga binaan. Ia menilai kegiatan tersebut memberi nilai positif dalam proses pelatihan mental dan spiritual.
“Kami mengapresiasi kehadiran Kementerian Agama yang terus memberikan pembinaan kepada warga binaan. Pendampingan seperti ini sangat membantu membangun semangat mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Fais.
Semntara itu, warga binaan berinisial RH mengaku pelatihan keagamaan yang diterimanya selama menjalani masa binaan membuatnya lebih tenang, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan bertekad tidak kembali melakukan tindak pidana.
Baginya, kehadiran para spiritualawan turut membantu memulihkan mental, memperkuat nilai moral, serta mempersiapkan diri untuk kembali diterima di tengah masyarakat setelah masa pelatihan berakhir.
"Selama menjalani kegiatan ini, hati saya jauh lebih tenang. Kehadiran para rohaniawan membuat saya semakin kuat untuk memulihkan mental, memperbaiki diri, dan tidak kembali melakukan tindak pidana.
Mudah-mudahan, bekal yang saya terima di sini menjadi pegangan untuk kembali hidup lebih baik saat nanti kembali ke masyarakat," ungkap RH.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan terus menghadirkan layanan keagamaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan, agar nilai-nilai keagamaan dapat menjadi bekal dalam membangun kehidupan yang lebih terlindungi.