BUNTOK (Humas) – Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mulai menghadirkan pendekatan baru dalam syiar Islam melalui media digital. Bertempat di Ruang Kerja Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Senin (27/7/2026), tim tengah merampungkan desain flyer digital bertema Ekoteologi yang akan ditayangkan secara eksklusif di layar lebar Masjid Agung Baiturrahman.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi , mengatakan pemanfaatan layar lebar di kawasan masjid menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat.
Menurutnya, materi tentang ekoteologi masih sangat jarang dikemas dengan bahasa agama dan disampaikan melalui media visual di masjid.
“Layar lebar di kawasan masjid utama menjadi sarana yang tepat untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Edukasi tentang ekoteologi dengan diksi agama masih sangat jarang, apalagi ditampilkan di layar masjid.
Harapan kami, pesan menjaga alam sebagai bagian dari ajaran Islam benar-benar membumi dan sampai ke akar rumput,” ujar Sibawaihi.
Ia menjelaskan, konten ekoteologi sengaja diprioritaskan sebelum materi edukasi lainnya karena sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Asta Protas .
Setelah kampanye ini mulai ditayangkan di Masjid Agung Baiturrahman, tim akan melanjutkan penyusunan flyer digital bertema literasi zakat dan wakaf.
“Kami mendahulukan konten Ekoteologi karena menjadi bagian penting dari Asta Protas. Setelah itu, kami akan menghadirkan materi edukasi zakat dan wakaf agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh tentang ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Staf Penyelenggara Zakat dan Wakaf, H. Hapiji , menyampaikan bahwa program tersebut bukan sekedar kampanye lingkungan, melainkan implementasi langsung dari program prioritas Kementerian Agama yang menjadi tugas dan fungsi Penyelenggara Zakat dan Wakaf.
“Program ini tidak hanya sekedar mengajak masyarakat peduli lingkungan, namun juga menjalankan amanat Asta Protas yang menjadi bagian dari tugas kami. Oleh karena itu, pesan ekoteologi perlu disampaikan dengan cara yang mudah dilihat dan dipahami masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hapiji, penggunaan layar monitor di kawasan masjid diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah sekaligus menghadirkan materi keagamaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin jamaah tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru yang relevan dengan kehidupan. Melalui media visual ini, pesan agama dapat diterima lebih luas dan lebih mudah diingat,” tambahnya.
Melalui perpaduan teknologi visual dan pesan agama yang kontekstual, Kemenag Barito Selatan berharap kesadaran umat tidak hanya tumbuh dalam pelaksanaan ibadah mahdhah dan filantropi Islam, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah sosial yang mengajarkan agama.
Inovasi ini menjadi salah satu upaya Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan menghadirkan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga nilai-nilai keislaman dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat, mudah dipahami, dan memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.