Buntok (Humas) – Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, Zakirurahman, memenuhi undangan sebagai narasumber dalam kegiatan MATAMUDA di MAN Barito Selatan Plus Keterampilan yang dirangkai dengan sosialisasi ekoteologi di lingkungan madrasah.
Kegiatan ini mengajak peserta didik memahami bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, Selasa (14/7/2026).
Dalam pemaparannya, Zakirurahman mengajak siswa madrasah menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, nilai-nilai agama dan pelestarian alam tidak dapat dipisahkan.
“Ekoteologi bukan sekadar materi yang dipelajari di kelas. Yang lebih penting adalah bagaimana peserta diajarkan membiasakan diri menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menanam pohon, dan merawat lingkungan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan, madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap keberlangsungan lingkungan.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi masa depan.
“Kalau budaya menjaga lingkungan dimulai dari madrasah, maka akan lahir generasi yang memiliki kepedulian sosial sekaligus tanggung jawab terhadap bumi yang kita tempati bersama,” katanya.
Kepala MAN Barito Selatan Plus Keterampilan, Hj. Siti Noor Aisyah, menyambut baik kehadiran Kementerian Agama melalui materi yang disampaikan Zakirurahman.
Menurutnya, peningkatan ekoteologi selaras dengan upaya madrasah membangun karakter peserta didik yang berakhlak sekaligus peduli terhadap lingkungan.
“Madrasah tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga membiasakan peserta didik memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai keimanan,” tuturnya.
Ia berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan MATAMUDA tidak berhenti menjadi pengetahuan, namun menjadi kebiasaan yang terus diterapkan di lingkungan madrasah maupun di rumah.
“Kami ingin peserta didik menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama,” ucapnya.
Kegiatan MATAMUDA berlangsung dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta didik. Berbagai isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga penghijauan kawasan madrasah, menjadi bagian dari pembahasan.
Sosialisasi ekoteologi ini juga menjadi implementasi penegakan ekologi salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam membangun kesadarans berbasis nilai-nilai keagamaan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di kalangan warga madrasah sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian bumi sebagai amanah yang harus dijaga bersama.