Buntok (Humas) Jajaran Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Barito Selatan melakukan anjangsana dan penyerahan tali asih ke rumah Ny. Ratih Riki Hariadi, anggota DWP yang baru sembuh dari sakit. Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar proses pemulihan berjalan lebih baik.
Wakil Ketua DWP Kemenag Barito Selatan, Ny. Jamilah Ismiardi, menyebut kehadiran pengurus di tengah anggota yang baru melewati masa sakit menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan dalam organisasi.
“Anjangsana ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian. Saat ada anggota yang sakit lalu mulai pulih, kami ingin hadir, menyapa, dan memberi dukungan agar beliau merasa tidak sendiri,” kata Ny. Jamilah, Kamis (16/7).
Menurut dia, perhatian sederhana seperti kunjungan langsung dan tali asih dapat memberi dorongan psikologis yang besar bagi anggota yang sedang memulihkan kondisi.
“Yang dibawa mungkin tidak seberapa, tetapi kehadiran dan perhatian itu yang utama. Kami berharap ini bisa menambah semangat beliau untuk benar-benar pulih dan kembali beraktivitas,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua DWP Kemenag Barito Selatan, Ny. Asy Noorhasyanah Hairil Saleh, mengatakan anjangsana merupakan bagian dari komitmen DWP untuk menjaga ikatan antaranggota, terutama saat ada yang menghadapi masa sulit.
“DWP bukan hanya ruang berkumpul, tetapi juga tempat saling menguatkan. Ketika ada anggota yang sakit, kami ingin memastikan ada kepedulian yang benar-benar dirasakan,” kata NY. Asy Noorhasyanah.
Ia menilai kegiatan seperti ini penting dipertahankan karena organisasi akan terasa hidup jika anggotanya saling hadir dalam keadaan apa pun, bukan hanya saat agenda formal.
“Kami ingin budaya saling peduli ini terus terjaga. Dengan begitu, DWP tetap menjadi rumah bersama yang hangat, dekat, dan bermanfaat bagi anggotanya,” ujarnya.
Kunjungan itu sekaligus mempertegas bahwa solidaritas di tubuh DWP Kemenag Barito Selatan tidak berhenti di ruang rapat.
Dari rumah anggota yang tengah memulihkan kesehatan, pesan itu dikirim dengan jelas: kebersamaan diuji bukan saat acara berlangsung, tetapi saat salah satu anggotanya membutuhkan uluran hati.