Buntok (Humas) Pengajian rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Barito Selatan di Musholla Al Ikhlas, Kantor Kemenag Barsel, Kamis (9/9/2026), diisi pesan tajam soal pentingnya menjaga hati dan lisan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Dusun Selatan, Akhmad Sya’rani, Lc, mengajak anggota DWP tidak meremehkan ucapan. Menurutnya, lisan yang tidak dijaga bisa merusak hubungan keluarga, pertemanan, hingga lingkungan kerja.
“Hati adalah pusat niat, sedangkan lisan adalah pintu keluarnya. Kalau hati kotor, ucapan mudah menyakiti. Karena itu, sebelum bicara, pastikan kata-kata kita membawa manfaat,” ujar Sya’rani.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga lisan bukan sekadar tidak berkata kasar, tetapi juga menghindari gosip, sindiran, dan kabar yang belum jelas kebenarannya.
“Banyak masalah besar dimulai dari ucapan kecil yang tidak dikendalikan. Islam mengajarkan kita memilih diam jika belum mampu berkata baik,” katanya.
Secara terpisah, Ketua DWP Kemenag Barito Selatan, Asy Noorhasyanah menilai tema menjaga hati dan lisan sangat relevan bagi anggota DWP, terutama dalam membangun lingkungan yang rukun dan saling menghargai.
“Pengajian ini bukan hanya menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi pengingat agar kami lebih bijak dalam bersikap, baik di rumah maupun dalam pergaulan organisasi,” ucap Asy Noorhasyanah.
Ia juga menyebut kehadiran anggota DWP menjadi energi positif untuk memperkuat kebersamaan di lingkungan Kemenag Barsel.
“Kami ingin setiap anggota merasa diterima dan bersama-sama membangun DWP yang aktif, santun, dan bermanfaat,” ujarnya.
Ke depan, pengajian rutin DWP Kemenag Barsel akan terus diisi dengan tema-tema praktis yang dekat dengan kehidupan keluarga, organisasi, dan pelayanan masyarakat. Pesannya sederhana, tapi kuat: hati dijaga, lisan dikendalikan, hubungan sosial ikut selamat.