Buntok (Humas) – Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan, H. Muhammad Sibawaihi, mendukung pelaksanaan Survei Khusus Lembaga Nirlaba yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Barito Selatan.
Dukungan itu diwujudkan dengan memberikan informasi mengenai lembaga-lembaga filantropi Islam yang menjadi sasaran penataan saat menerima kunjungan Mitra BPS Barito Selatan, Isma Khalizah, di Ruang Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Barsel, Selasa (14/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Barsel ini bertujuan untuk koordinasi pelaksanaan Survei Khusus Lembaga Non-Profit.
Sibawaihi mengatakan, koordinasi lintas instansi sangat penting agar proses pendataan berjalan tepat sasaran. Menurutnya, data yang akurat akan memberikan gambaran keseluruhan mengenai keberadaan dan aktivitas lembaga filantropi di Barito Selatan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan survei ini. Kemenag siap memberikan informasi yang diperlukan agar pendataan terhadap lembaga filantropi dapat berjalan dengan baik dan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Sibawaihi.
Dalam koordinasi tersebut, Sibawaihi menjelaskan sejumlah lembaga yang menjadi objek survei, di antaranya Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), LAZISNU, dan LAZISMU.
Ia berharap hasil pendataan nantinya dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam melihat perkembangan sektor sosial keagamaan.
“Lembaga-lembaga ini memiliki peran yang nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pendataan yang baik akan menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi program pengembangan ke depan,” katanya.
Mitra BPS Barito Selatan, Isma Khalizah, menjelaskan bahwa Survei Khusus Lembaga Nirlaba bertujuan memperoleh gambaran mengenai aktivitas lembaga sosial keagamaan dari sisi ekonomi.
Data tersebut akan menjadi bagian dari penyusunan statistik yang lebih komprehensif.
“Survei ini penting untuk melihat sektor peran sosial keagamaan. Kami ingin mengetahui aktivitas lembaga-lembaga nirlaba dari perspektif ekonomi sehingga datanya dapat menggambarkan peran yang mereka jalankan,” jelas Isma.
Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Agama Barito Selatan yang telah membantu memberikan informasi awal mengenai lembaga-lembaga yang menjadi sasaran survei sehingga proses pengumpulan data dapat berlangsung lebih efektif.
“Koordinasi seperti ini sangat membantu kami dalam memastikan data yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Melalui Kerjasama yang baik antara Kemenag Barito Selatan dan BPS Barito Selatan, diharapkan Survei Khusus Lembaga Nirlaba menghasilkan data yang akurat mengenai aktivitas lembaga filantropi Islam di daerah.
Data tersebut dapat menjadi bahan referensi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memahami peran sektor sosial keagamaan, termasuk dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.