Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Baca berita

Dharma Wacana Tri Kaya Parisudha di Rutan Buntok, Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

KUA & Penyuluh 19 Okt 2026 3 menit baca 47
Dharma Wacana Tri Kaya Parisudha di Rutan Buntok, Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat
Foto utama: Dharma Wacana Tri Kaya Parisudha di Rutan Buntok, Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) – Menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan menjadi salah satu bekal penting untuk memperbaiki diri sebelum kembali ke masyarakat. Pesan ini disampaikan Penyuluh Agama Hindu (PAH) Miyah dalam pembinaan rohani melalui Dharma Wacana tentang Tri Kaya Parisudha bagi warga binaan Rutan Kelas IIB Buntok, Senin (19/10/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, Miyah bersama staf Bimas Hindu Jumrani menyampaikan materi berdasarkan Sloka 77 tentang Tri Kaya Parisudha. Ajaran ini mengarahkan umat Hindu untuk menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai dasar membangun perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. 

Miyah menjelaskan, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan perlu diterapkan secara bersamaan. Pikiran yang terjaga dapat memengaruhi perkataan, sedangkan perkataan yang baik perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. 

“Tri Kaya Parisudha mengajarkan kita untuk menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ketiganya saling berkaitan karena apa yang dipikirkan dapat memengaruhi perkataan, dan perkataan dapat tercermin dalam tindakan. Karena itu, perubahan menuju kehidupan yang lebih baik perlu dimulai dari kemampuan mengendalikan diri dan membiasakan hal-hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Miyah. 

Ia berharap materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan keagamaan, tetapi menjadi pedoman yang dapat diterapkan warga binaan dalam menjalani kehidupan, baik selama berada di rutan maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat. 

“Saya berharap Dharma Wacana ini tidak hanya didengarkan selama pembinaan, tetapi juga dipahami dan dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan. Ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat, ajaran tentang Tri Kaya Parisudha diharapkan dapat membantu warga binaan lebih berhati-hati dalam berpikir, berbicara, dan bertindak, sehingga mereka dapat membangun hubungan yang baik dengan keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” tambahnya. 

Salah seorang warga binaan berinisial R.H. menyambut baik materi yang disampaikan. Ia mengaku cukup puas mengikuti Dharma Wacana tersebut dan berharap ajaran yang diterimanya dapat menjadi tuntunan ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. 

Pelayanan pembinaan rohani ini juga mendapat sambutan positif dari petugas Rutan Kelas IIB Buntok, Faiz. Menurutnya, pendampingan keagamaan menjadi bagian penting dalam membantu warga binaan memperkuat pemahaman agama dan memperbaiki perilaku selama menjalani masa pembinaan. 

“Kami menyambut baik pelayanan yang diberikan Penyuluh Agama Hindu kepada warga binaan di Rutan Kelas IIB Buntok. Pembinaan rohani seperti ini penting karena warga binaan tidak hanya membutuhkan pembinaan selama menjalani masa tahanan, tetapi juga tuntunan moral dan keagamaan agar dapat memperbaiki diri. Kehadiran penyuluh agama memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berefleksi, dan memperkuat nilai-nilai kebaikan,” kata Faiz. 

Ia berharap pembinaan keagamaan dapat terus dilaksanakan sesuai agama yang dianut warga binaan. Dengan pendampingan tersebut, mereka diharapkan memiliki pegangan moral untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan. 

“Kami berharap pembinaan keagamaan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai agama masing-masing warga binaan. Nilai-nilai yang mereka peroleh hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Dengan bekal tersebut, kami berharap mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat dan membangun hubungan yang positif dengan keluarga serta lingkungan tempat tinggalnya,” tutup Faiz. 

Melalui pembinaan Dharma Wacana Tri Kaya Parisudha, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Barito Selatan berupaya memberikan tuntunan spiritual kepada warga binaan. Ajaran tentang pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik diharapkan menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Icon Portal Kemenag

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya

Bagikan

Sebarkan berita ini ke kanal pilihan.

Rating pembaca

0 rating masuk.

0.0

0 rating masuk

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda?

Sekali klik

Komentar Pembaca

Tanggapan berita

0

Belum ada komentar yang tampil.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Rating

Ringkasan

Info cepat berita.

Tanggal
19 Okt 2026
Kategori
KUA & Penyuluh
Durasi
3 menit
Unduh PDF

Publikasi

Kirim bahan berita kegiatan Anda

Pegawai dan unit kerja dapat mengirim bahan kegiatan untuk diproses Tim Humas.

Kirim berita


Terima kasih, bahan berita diterima.