Lewati ke konten utama
Logo kantor

Kemenag Barito Selatan

Portal layanan digital terpadu

Banyak Konflik Berawal dari Sini, Bimas Kristen Terus Perkuat Pembekalan Calon Pengantin
Kembali ke Berita
KUA & Penyuluh 08 Jun 2026 2 menit baca 18 dibaca

Banyak Konflik Berawal dari Sini, Bimas Kristen Terus Perkuat Pembekalan Calon Pengantin

Banyak Konflik Berawal dari Sini, Bimas Kristen Terus Perkuat Pembekalan Calon Pengantin
Foto utama: Banyak Konflik Berawal dari Sini, Bimas Kristen Terus Perkuat Pembekalan Calon Pengantin
Dengar Berita Siap diputar

Buntok (Humas) Pernikahan tidak hanya soal hari bahagia di pelaminan. Setelah akad atau pemberkatan usai, pasangan akan menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kesiapan mental, spiritual, hingga kemampuan mengelola konflik. Karena itu, Bimas Kristen terus membekali calon pengantin melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Senin (8/6/2026).

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag Barito Selatan, Hesti Rayani, mengatakan pembekalan sebelum menikah menjadi langkah penting untuk menekan berbagai persoalan keluarga yang kerap muncul akibat kurangnya kesiapan pasangan.

"Keluarga yang kuat tidak lahir begitu saja. Harus ada pemahaman tentang tanggung jawab, komunikasi, dan komitmen yang dibangun sejak sebelum menikah," kata Hesti.

Menurutnya, kualitas keluarga turut menentukan kualitas kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, pembinaan terhadap calon pengantin perlu terus diperkuat.

"Kami ingin pasangan yang menikah tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga siap menjalani kehidupan rumah tangga dalam jangka panjang," ujarnya.

Dalam praktiknya, Penyuluh Agama Kristen terus memberikan pembekalan kepada calon pengantin melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Materi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan yang kerap dihadapi pasangan dalam kehidupan rumah tangga.

Penyuluh Agama Kristen, Delita Wati Manullang, mengatakan banyak persoalan keluarga berawal dari kurangnya pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing setelah menikah.

"Banyak persoalan rumah tangga berawal dari kurangnya pemahaman terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, persiapan sebelum menikah sangat penting," ujar Delita.

Ia menambahkan, keluarga yang harmonis dibangun melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, serta menjadikan nilai-nilai iman sebagai pedoman dalam mengambil keputusan.

"Ketika pasangan memiliki fondasi yang kuat sejak awal, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan berumah tangga," demikian pungkas Delita.

Icon Kemenag Barsel

Akses lebih cepat

Baca berita lebih nyaman dari layar utama HP

Akses layanan, tracking, berita, dan pengaduan lebih cepat dari layar utama HP.

Berita lainnya
08 Jun 2026 Kantor kementerian Agama kabupaten Barito Selatan Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Reaksi Cepat

Apa kesan Anda setelah membaca?

Sekali klik, langsung tercatat

Komentar Pembaca

Tanggapan untuk berita ini

0 tampil
Belum ada komentar yang tampil. Jadilah pembaca pertama yang memberi tanggapan.

Tinggalkan Tanggapan

Komentar dan rating

Bagikan tanggapan Anda dengan bahasa yang santun dan relevan dengan isi berita.

Rating

Berita Terkait

Baca kabar lainnya