Buntok (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen terus berkomitmen memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama sekaligus mendukung penguatan Early Warning System (EWS).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyuluhan Agama Kristen yang dilaksanakan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Buntok, Rabu (29/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen, Yemima Pisi, menyampaikan materi bertema "Tuhan Melihat Hati, Tuhan Memberikan Harapan Baru" dengan dasar firman Tuhan dari (1 Samuel 16:7).
Melalui kisah kehidupan Daud, peserta diajak memahami bahwa Tuhan tidak menilai seseorang berdasarkan masa lalu, kedudukan, maupun keadaan hidupnya, melainkan melihat hati yang mau bertobat, berubah, dan berserah kepada-Nya.
Dalam penyampaiannya, Yemima menjelaskan bahwa perjalanan hidup Daud, mulai dari seorang gembala domba hingga menjadi raja Israel dan mengalahkan Goliat, merupakan bukti nyata bahwa Tuhan mampu memakai setiap orang yang memiliki iman dan kesediaan untuk taat kepada-Nya.
Menurutnya, berbagai kegagalan, kesendirian, maupun pergumulan hidup bukanlah akhir dari perjalanan seseorang, tetapi merupakan proses pembentukan karakter yang dipersiapkan Tuhan menuju masa depan yang lebih baik.
Yemima menambahkan bahwa Pelayanan Pembinaan kerohanian di rumah tahanan merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan Pelayanan Keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan tumbuh karakter yang lebih baik, pengharapan baru, serta nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
"Melalui penyuluhan ini kami berharap warga binaan memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Tuhan tidak melihat masa lalu seseorang, tetapi hati yang sungguh-sungguh ingin bertobat dan menjalani hidup sesuai kehendak-Nya," ujar Yemima Pisi.
Kegiatan diawali dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Eko Wahyudi, sementara pujian dipandu oleh Delita Wati Manullang.
Suasana penyuluhan berlangsung khidmat, hangat, dan interaktif. Warga binaan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, terlihat dari keterlibatan mereka dalam pujian, doa, serta penyimakan materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan Pembinaan Keagamaan yang rutin dilaksanakan, Penyuluh Agama Kristen berharap nilai-nilai keimanan, pengharapan, dan kasih terus bertumbuh dalam diri setiap warga binaan.
Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, berintegritas, serta mampu kembali berperan positif di tengah keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya setelah menyelesaikan masa pembinaan.