Buntok (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Santa Maria Buntok, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama untuk memperkuat cinta kemanusiaan, pembinaan karakter peserta didik, sekaligus mendukung pencegahan dini terhadap kekerasan di lingkungan sekolah.
Penyuluh Agama Kristen, Delita Wati Manullang, menyampaikan materi bertema "Kasih Mengalahkan Kekerasan" yang berlandaskan firman Tuhan dari Matius 22:39 tentang mengasihi sesama seperti diri sendiri serta 1 Timotius 4:12 yang mengajak generasi muda menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, iman, dan kesucian.
"Kasih kepada sesama harus menjadi kebiasaan sejak dini. Ketika anak-anak belajar menghargai dan mengasihi orang lain, mereka akan lebih mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati," ujar Delita.
Ia juga mengajak peserta didik memahami berbagai bentuk bullying atau perundungan, baik fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Menurutnya, perundungan bukan sekadar candaan, tetapi dapat meninggalkan dampak yang serius bagi korban.
"Bullying bisa merusak rasa percaya diri, mengganggu kesehatan mental, bahkan membuat anak kehilangan semangat belajar. Karena itu, setiap siswa harus berani mengatakan tidak pada segala bentuk kekerasan," katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Herlina Wiliyam dari DP3APPKB Kabupaten Barito Selatan. Ia mengajak para siswa membangun keberanian untuk saling melindungi dan tidak tinggal diam ketika melihat tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
"Sekolah yang aman lahir dari kepedulian seluruh warganya. Jangan menjadi pelaku, jangan menjadi pendukung, dan jangan takut melapor jika melihat ada teman yang menjadi korban kekerasan," ujarnya.
Menurut Herlina, pencegahan kekerasan tidak hanya menjadi tugas guru atau orang tua, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para peserta didik agar budaya saling menghargai tumbuh sejak hari pertama mereka berada di lingkungan sekolah.
"Keberanian untuk menghormati, membantu, dan melindungi teman adalah langkah sederhana yang dapat mencegah bullying. Dari situlah karakter yang baik mulai terbentuk," tuturnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi oleh Delita Wati Manullang, sesi ice breaking yang dipandu Yemima Pisi, serta pendampingan oleh Yetriani selaku PLO agar seluruh rangkaian berjalan lancar.
Hadir pula guru pendamping Silva yang bertugas di SMP Santa Maria, Agnes dari Forum Anak Daerah, Natasha Sabatini sebagai Psikolog, serta Herlina Triana Sitorus dari DP3APPKB Kabupaten Barito Selatan yang bersama-sama memberikan penguatan kepada peserta didik.
Melalui kolaborasi ini, Kemenag Barito Selatan berharap nilai kasih, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama dapat tumbuh sejak masa pengenalan lingkungan sekolah. Dengan begitu, peserta didik diharapkan mampu menjadi generasi yang berkarakter serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.