Buntok (Humas) – Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Barito Selatan, Masdub, mendorong guru PAI tidak menjadikan penyusunan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebatas urusan administrasi. Dokumen tersebut harus membantu guru menentukan arah pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa.
Pesan itu disampaikan Masdub dalam pembinaan kegiatan guru PAI dalam rangka penyusunan CP, TP, dan ATP pada MGMP PAI Kabupaten Barito Selatan di SMPN 1 Dusun Selatan, Kamis (10/9/2026).
Masdub mengatakan guru perlu memahami hubungan antara CP, TP, dan ATP sebelum menerapkannya dalam pembelajaran. Dengan pemahaman tersebut, perangkat yang disusun tidak hanya lengkap secara administrasi, tetapi juga memiliki arah yang jelas ketika digunakan di kelas.
“CP, TP, dan ATP jangan hanya dipandang sebagai kelengkapan administrasi. Guru harus memahami hubungan ketiganya agar apa yang disusun benar-benar menjadi pedoman dalam melaksanakan pembelajaran,” ujar Masdub.
Ia juga mengingatkan guru agar penyusunan perangkat pembelajaran tidak dilakukan dengan sekadar menyalin dokumen yang sudah ada. Kondisi dan kemampuan siswa perlu menjadi pertimbangan ketika guru menentukan tujuan serta alur pembelajaran.
“Yang paling penting bukan hanya dokumennya selesai, tetapi guru memahami apa yang ingin dicapai siswa, bagaimana mencapainya, dan bagaimana pembelajaran itu dilaksanakan di kelas,” katanya.
Ketua MGMP PAI Kabupaten Barito Selatan, Pahrian, menyambut pembinaan tersebut sebagai ruang bagi guru untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai penyusunan perangkat pembelajaran. Menurutnya, pembahasan bersama diperlukan agar guru memiliki pemahaman yang sama ketika menyusun CP, TP, dan ATP.
“Kegiatan ini membantu guru PAI untuk berdiskusi dan saling bertukar pemahaman, terutama pada bagian-bagian yang masih perlu diperjelas dalam penyusunan CP, TP, dan ATP,” ujar Pahrian.
Ia berharap hasil pembinaan tidak berhenti pada kegiatan MGMP, tetapi diterapkan oleh guru di sekolah masing-masing. Perangkat yang telah disusun diharapkan dapat menjadi panduan yang membantu guru merancang pembelajaran PAI secara lebih terarah.
“Harapannya, hasil pembinaan ini bisa langsung diterapkan guru di sekolah sehingga perangkat pembelajaran yang disusun benar-benar digunakan dalam proses belajar mengajar,” katanya.
Pembinaan guru PAI tersebut dilaksanakan melalui MGMP PAI Kabupaten Barito Selatan di SMPN 1 Dusun Selatan pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan berfokus pada penyusunan CP, TP, dan ATP sebagai bagian dari persiapan guru dalam merancang pembelajaran PAI.
Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap ketiga komponen tersebut, guru PAI diharapkan mampu menerjemahkan capaian pembelajaran menjadi tujuan dan alur belajar yang jelas, terukur, serta sesuai dengan kondisi peserta didik.